Suarabmi.co.id – Liburan keluarga asal Indonesia di Singapura berubah menjadi insiden mencekam saat anak laki-laki mereka yang berusia 5 tahun diduga menjadi korban pemukulan oleh seorang pria tak dikenal di kawasan Arab Street, Jumat, 20 Juni 2025.
Peristiwa terjadi saat Winda, suaminya, dan kedua anak mereka tengah duduk di area luar kafe % Arabica Singapore, dekat Haji Lane, sambil menunggu waktu salat Jumat di Masjid Sultan.
Tiba-tiba, seorang pria yang membawa botol anggur menghampiri dan memukul bagian belakang kepala anaknya.
“Semuanya terjadi dalam sepersekian detik,” ujar Winda kepada media local, dikutip suarabmi.co.id dari mothership.
Baca Juga: Polisi Bongkar Pesta Narkoba Ekstrem di Kaohsiung, 54 Orang Ditangkap Termasuk 7 Migran Kaburan
Anak Menangis dan Muntah, Pelaku Didorong Jauh
Menurut penuturan Winda, setelah kejadian, anaknya langsung menangis dan muntah-muntah akibat pukulan tersebut.
Sang suami secara spontan mendorong pelaku untuk menjauh demi melindungi anak-anak mereka.
Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi langsung mendekat dan membantu menghubungi pihak kepolisian dan ambulans.
Pihak kafe juga segera mengevakuasi Winda dan keluarganya ke dalam ruangan untuk menghindari kontak lebih lanjut dengan pelaku.
Yang mengejutkan, Winda mengaku melihat pelaku membawa senjata tajam.
“[Dia] ingin mengeluarkan pisau dari tasnya,” ungkap Winda.
Baca Juga: Kebakaran di Kaohsiung, Pria 61 Tahun Terjatuh Saat Selamatkan Anaknya yang Ada di Lantai Dua
Pelaku Diduga Bawa Pisau, Diperiksa Pihak Berwenang
Insiden ini terjadi hanya dua hari sebelum kepulangan keluarga tersebut ke Indonesia, tepatnya pada 22 Juni 2025.
Winda mengungkapkan kesedihannya atas kejadian tak terduga tersebut, yang menurutnya terjadi tanpa alasan dan mengancam keselamatan keluarganya.
“Saya sangat yakin bahwa Singapura adalah negara yang aman, itulah sebabnya sangat sulit bagi kami untuk menerima apa yang terjadi,” ucapnya.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura telah menghubungi Winda dan keluarganya untuk memberikan bantuan terkait insiden tersebut.
SCDF dan Polisi Singapura Lakukan Tindak Lanjut
Juru bicara Singapore Civil Defence Force (SCDF) menyatakan pihaknya menerima panggilan bantuan pada 20 Juni 2025 pukul 13.30 waktu setempat di 56, Arab Street.
Namun, setelah penanganan di lokasi, tidak diperlukan evakuasi medis dengan ambulans.
Pada 22 Juni, media lokal Shin Min Daily News melaporkan bahwa pelaku telah didakwa di pengadilan pada 21 Juni atas kepemilikan pisau dapur di tempat umum.
Selain itu, pelaku juga diduga melanggar aturan imigrasi karena tinggal melebihi batas izin kunjungan sosial di Singapura.(*)
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







