Kabar BMI

Elly, Pekerja Migran Indonesia yang Mengubah Kesusahan Menjadi Keberkahan

×

Elly, Pekerja Migran Indonesia yang Mengubah Kesusahan Menjadi Keberkahan

Sebarkan artikel ini

Siapa sangka menjadi seorang PMI atau TKI (Tenaga Kerja Indonesia) adalah jalan untuk Elly merubah perekonomian hidupnya. Dari seorang janda yang tidak punya apa-apa hingga kini memiliki banyak tanah di kampung halaman. Yuk, simak kisah lengkap dari Elly seorang PMI Taiwan berikut ini.

Elly adalah seorang PMI asal Malang yang berprofesi sebagai PMI sejak delapan tahun yang lalu. Keputusannya menjadi PMI ia ambil lantaran sang suami memutuskan menceraikannya bahkan ketika sang anak masih berusia tujuh tahun.

Iklan

Sempat rasa kesal itu muncul, seakan-akan sang suami hanya meninggalkan beban hidup untuk dirinya. Tapi rasa kesal dan penyesalan tersebut tentu tidak memberikan kemajuan apa-apa untuknya. Justru hanya akan menambah beban pikiran.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Elly pun mencoba berbagai pekerjaan, dari menjadi penjual pulsa, bekerja di warteg, hingga jasa cuci dan setrika.

Namun pekerjaan tersebut tidak pernah berhasil memenuhi kebutuhan hidupnya, yang ada ia harus mengutang kepada kerabat atau tetangga. Belum lagi ketika sang anak sakit dan butuh biaya pengobatan yang tidak sedikit, Elly semakin sedih dan kesal pada hidupnya rasanya Tuhan sungguh tidak adil padanya.

Ragu Menjadi PMI

Tidak berapa lama setelah kejadian sang anak sakit, Elly mendapatkan tawaran dari kerabatnya untuk mencoba bekerja sebagai PMI.

Rasa ragu sempat terlintas dibenak Elly, belum lagi pemberitaan di media yang lebih banyak membagikan hal negatif menjadi PMI, mulai dari majikan yang semena-mena hingga perdagangan manusia.

Tapi bagaimana lagi, sang anak butuh penghidupan yang lebih baik. Tidak tega rasanya bagi Elly membayangkan sang anak akan berakhir seperti dirinya. Tidak bisa sekolah sampai perguruan tinggi, memiliki baju yang bagus, dan bisa makan enak.

Akhirnya berbekal harapan terhadap anak, Elly memutuskan berangkat untuk menjadi PMI.

Menjadi PMI Memang Susah tapi Membawa Berkah

Benar apa yang pernah Elly duga, menjadi PMI ternyata butuh keberanian dan kesabaran yang ekstra kuat.

Berbekal bahasa yang hanya sedikit ia pahami,  tentu sering menjadi kesulitan untuk mengerti maunya majikan. Tak jarang, ia salah memahami maksud majikan yang berakibat Elly diomeli habis-habisan.

Hal yang paling membekas di hati Elly adalah ketika mengurus seorang lansia. Ia tidak mengerti kemauan lansia tersebut akibatnya makanan yang sudah ia siapkan dilempar begitu saja ke wajahnya. Kaget tentu Elly rasakan tapi sayang ia masih butuh uang dari majikannya tersebut.

Beratnya pekerjaan menjadi PMI tersebut, sering kali membuat Elly menangis di kamarnya. Setiap beribadah, Elly selalu mengadu pada Tuhan akan nasibnya yang seperti ini dan berharap ketika esok tiba harinya akan menjadi lebih baik.

Setelah dua tahun bekerja, doa Elly perlahan-lahan mulai terwujud. Ia mendapatkan majikan yang baik dan memiliki toleransi yang tinggi. Ia diberikan liburan yang cukup sehingga tak jarang diberi uang saku.

Meskipun Sedikit tapi Menabung Adalah Hal Wajib

Kini setelah delapan tahun bekerja, banyak hal yang sudah ia dapatkan. Meskipun gaji yang ia terima bisa digunakan untuk berfoya-foya tapi Elly tidak pernah melakukannya. Elly terus konsisten menabung. Tujuannya cuma satu memiliki hidup yang layak untuk ia dan anaknya.

Sekarang sebagian mimpinya perlahan-lahan mulai terwujud, tidak hanya dapat menyekolahkan anaknya, Elly telah sukses menginvestasikan uangnya untuk membeli sawah, tanah, dan memberi modal satu mobil untuk adiknya bekerja sebagai supir grab di Jakarta.

Dari cerita Elly ini, kita menyadari bahwa apapun pekerjaannya tentu dapat memberikan hasil yang luar biasa asalkan dilakukan dengan niat dan terus bersungguh-sungguh dalam setiap langkah yang dilewati.

Jika kamu suka cerita Elly ini, yuk share cerita ini ke media sosial kamu. Jangan lupa untuk download aplikasi Yourpay di playstore atau klik link berikut ini ya: https://yourpay.info/YPTWSBMI