“Sayang sekali di Taiwan, gaji pekerja migran ilegal jauh lebih besar, lebih tinggi dari pekerja resmi dan mereka bisa melakukan apa saja” Ungkap Asosiasi Pengusaha di Taiwan.
Asosiasi itu mengungkap dari postingan tersebut, setidaknya ada 100 komentar dari para TKW penjaga lansia, bahwa mereka akan memilih kabur dan tergiur dengan gaji tersebut, hal ini menjadi momok menakutkan bagi para majikan, apalagi di tengah situasi merekrut pekerja migran yang amat sangat mahal saat ini.
Asosiasi mengatakan bahwa jika menjadi kaburan bukanlah tanggung jawab majikan resmi jika terjadi apa seperti yang terjadi pada Reni, TKW yang disiksa majikannya kemarin, namun karena telah memilih melarikan diri menjadi kaburan, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab dirinya sendiri beserta majikan ilegalnya.
Baca: Kisah Pilu TKW asal Indramayu di Taiwan, Reni Dianiaya Majikan Setiap Kali Berbuat Salah
Asosiasi mengkritik pemerintah Taiwan yang dinilai tak bisa mengendalikan laju kaburan di Taiwan, yang mereka bekerja tanpa perlindungan hukum sama sekali.
Karena hal inilah, asosiasi meminta pemerintah lebih pro aktif menangani kasus kaburan ini sehingga kasus kasus seperti yang terjadi pada Reni tak terulang lagi, dan bisa mengurangi angka kaburan saat ini.
Mungkin salah satu cara untuk mengurangi kaburan adalah dengan mengecilkan sekecil kecilnya gaji kaburan dan mempermudah perekrutan pekerja resmi dengan gaji yang sesuai. Sebagaimana penjaga lansia yang tak ada kenaikan, jika gajinya disamaratakan, maka angka kabura akan berkurang.







