Scroll untuk baca artikel
Internasional

Jepang Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Gempa Dahsyat dan Tsunami

×

Jepang Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Gempa Dahsyat dan Tsunami

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id Pemerintah Jepang meningkatkan upaya mitigasi bencana untuk menghadapi kemungkinan gempa dahsyat di masa depan.

Langkah ini dilakukan guna mengurangi potensi korban jiwa yang diperkirakan bisa mencapai ratusan ribu orang jika bencana terjadi.

Probabilitas Gempa di Palung Nankai Capai 82 Persen

Panel pemerintah Jepang mencatat peningkatan kemungkinan terjadinya gempa besar di Palung Nankai, sebuah jurang laut sepanjang 800 kilometer di lepas pantai Pasifik Jepang.

Probabilitas gempa dalam kurun 30 tahun ke depan naik menjadi 75–82 persen.

Perkiraan terbaru yang dirilis Maret 2025 menunjukkan bahwa gempa dan tsunami besar dapat menewaskan hingga 300.000 orang dan menimbulkan kerugian ekonomi hingga US$ 2 triliun.

Baca Juga: Lebih dari 300 Gempa Guncang Laut Tokara di Jepang, Warga Diminta Siaga

Palung Nankai sendiri dikenal sebagai kawasan aktif secara tektonik, di mana satu lempeng bumi menukik ke bawah lempeng lainnya.

Gempa besar terakhir di area ini tercatat pada tahun 1946. Sejarah mencatat siklus gempa besar terjadi setiap 100–200 tahun.

Evaluasi Rencana Kesiapsiagaan Nasional

Pada tahun 2014, Dewan Manajemen Bencana Pusat Jepang telah mengeluarkan pedoman kesiapsiagaan yang diharapkan mampu mengurangi angka kematian hingga 80 persen.

Namun laporan terbaru menunjukkan bahwa kebijakan yang sudah diterapkan sejauh ini baru mampu menurunkan potensi korban hingga 20 persen.

Pemerintah kemudian memperbarui rencana kesiapsiagaan pada 1 Juli 2025 dengan serangkaian tindakan baru, termasuk pembangunan tanggul, bangunan evakuasi, serta peningkatan intensitas pelatihan darurat untuk masyarakat, dikutip suarabmi.co.id dari Detik.

Baca Juga: 7.000 Perusahaan Manufaktur Jepang Siap Naikkan Gaji Pekerja Migran Berketerampilan Khusus

“Penting bagi negara, kota, perusahaan, dan lembaga nirlaba untuk bersatu dan mengambil langkah guna menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa,” ujar Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba.

JMA Ingatkan Warga Tidak Bertindak Berlebihan

Asosiasi Meteorologi Jepang (JMA) menekankan bahwa gempa tidak dapat diprediksi secara pasti, baik dari segi waktu maupun kekuatannya.

Pada Agustus 2024 lalu, JMA sempat mengeluarkan peringatan peningkatan risiko gempa, namun peringatan itu dicabut sepekan kemudian.

Kepala JMA, Ryoichi Nomura, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat tanpa melakukan tindakan irasional yang didorong oleh kecemasan.

“Kami meminta masyarakat untuk siap menghadapi gempa kapan pun terjadi. Namun kami juga mendesak agar tidak mengambil tindakan yang tidak rasional,” ucap Nomura.(*)

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==