Teman akrabnya yang mendengar curhatannya ini lantas menyarankan untuk kabur saja dan bahkan ia memberikan janji dan harapan akan kerja diluar gajinya besar dan tidak ada potongan apapun seperti astek dan askes.
Karena bujuk rayu inilah, akhirnya ia memutuskan kabur dan setelah kabur, ternyata ekspektasinya tak sesuai denagn realita dilapangan.
Pasca kabur, ia sempat menganggur, mencari pekerjaan sulit dan terakhir setelah hampir putus asa, ia mendapat pekerjaan di sebuah pabrik pembuatan tahu atas rekomendasi temannya.
Sayangnya, gaji di pabrik ini justru lebih rendah dari pekerjaan resmi saat ini yang pokoknya saja mencapai 25.250NT dan ternyata masih ada potongan untuk agensi ilegalnya.
Tak hanya itu, lingkungan kerja sangat tidak nyaman, kotor, bau dan mes tempat tidur yang panas dan tidak nyaman, disertai jam kerja yang sangat panjang diatas normal.
TKI ini mengaku sangat menyesal dan sudah tidak berani makan tahu karena ia juga kaget di lingkungan sekotor dan sebau itu bisa membuat tahu.
Kali ini, ia sangat beruntung ditangkap Polisi Imigrasi dan dideportasi, daripada kerja rodi yang tak pantas dilakukan olehnya saat ini.







