Pada kesempatan itu, Dian bercerita perihal dirinya yang ternyata sempat ditawarkan oleh pacar majikannya yang sekarang untuk bekerja di rumahnya.
“Waktu saya pertama kali dateng kesini, itu suatu malam ada orang nge-bel, waktu itu pak bos masih bekerja, jadi beliau nggak di rumah,” kata Dian bercerita.
Di majikan yang sekarang, Dian tinggal bertiga bersama mbah dan anak mbah yang berjenis kelamin laki-laki.
“Waktu itu ada orang mencet bel pintu, cewek, kata si mbah itu pacarnya pak bos, tapi pacar beneran atau bukan ya saya kurang tau,” ujar Dian.
“Itu datang bawa beras sama pakaian, mungkin maksudnya mau nyogok saya, kayak gituya, di akhir cerita setelah ngobrol ngalur kidul sama simbah, si ibu-ibu ini ngomong sama saya, saya disuruh kerja di tempatnya,” jelas Dian.
“Saya disogok baju sama beras tadi, suruh kerja di tempatnya beliau setiap hari Sabtu sama Minggu, jadi suruh bersihin kamar sama kamar mandi,” sambung Dian.
Perempuan yang disebut si mbah pacar anaknya, meminta Dian untuk bekerja di rumahnya, dengan bayaran dua jam sebesar 150 ribu,
“Pokoknya suruh bersihin rumahnya selama dua jam, kemudian sayadibayar 300 NT. 300 NT tu 150 ribu,” ungkap Dian.
Tentu saja TKI perempuan ini tidak bisa langsung mengambil keputusan, ia harus berbicara terlebih dahulu dengan majikannya, yakni anak dari mbah yang dia jaga.







