Scroll untuk baca artikel
Internasional

Lansia di Taiwan Diduga Dianiaya Pekerja Migran, Kebongkar Lewat CCTV

×

Lansia di Taiwan Diduga Dianiaya Pekerja Migran, Kebongkar Lewat CCTV

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id Seorang lansia di Taichung, Taiwan, diduga menjadi korban kekerasan oleh perawat asing yang merawatnya.

Kasus ini terbongkar setelah keluarga memeriksa rekaman CCTV pada 1 Juni 2025 karena lupa apakah sang nenek telah disuntik insulin. Rekaman tersebut memperlihatkan perawat tersebut memukul dan menendang korban secara berulang.

Keluarga awalnya mengira luka-luka di tubuh sang nenek yang berusia lebih dari 80 tahun adalah efek samping obat pengencer darah.

Namun, meski pengobatan dihentikan, memar tetap muncul, memunculkan kecurigaan, dilansir suarabmi.co.id dari TVBS.

Baca juga: Migran Asal Thailand Masuk Pengadilan Gara-gara Tercyduk Vifis Sembarangan

CCTV Ungkap Kekerasan yang Berlangsung Tiga Bulan

Perawat tersebut mulai bekerja pada awal Maret 2025 melalui agen di Changhua. Dalam tiga bulan bekerja, perilaku perawat berubah.

Setelah menelusuri rekaman sebelumnya, keluarga menemukan bahwa penganiayaan sudah terjadi sejak awal masa kerja.

“Kami tidak tahu sudah berapa kali nenek dipukul. Setiap kali kami menonton rekaman, hati kami hancur,” ujar keluarga.

Yang lebih menyakitkan, perawat itu kembali melakukan penganiayaan di malam hari, setelah keluarga mengetahui kejadian pagi harinya namun belum sempat mengambil tindakan. Nenek yang tidak bisa berbicara hanya bisa mengangkat tangan mencoba melindungi diri.

Baca juga: Ngeri! 13 Pekerja Migran Terjebak di Sungai Taiwan yang Mendadak Meluap

Perlakuan Baik dari Keluarga Tak Mencegah Kekerasan

Menurut keluarga, perawat selalu diperlakukan dengan baik. Semua permintaannya dikabulkan, termasuk saat ia mengeluh kelelahan.

Namun respons perawat sangat mengecewakan. “Jika ada keluhan, bisa dibicarakan, bukan dilampiaskan dengan kekerasan,” tegas keluarga.

Mereka yakin luka-luka yang dialami sang nenek sepenuhnya akibat perbuatan perawat. “Ini bukan tindakan manusiawi,” tambahnya.

Baca juga: Klinik di Taiwan Penuh! Warga Demam dan Pegal Mulai Panik, Prediksi Lonjakan di Angka 1,7 Juta Kasus COVID-19

Agen Dianggap Cuek, Tanggapan Tidak Bertanggung Jawab

Keluarga juga kecewa dengan agen penyalur perawat yang hanya memberikan tanggapan singkat: “Tunggu pengadilan,” tanpa menunjukkan empati atau kepedulian.

Sejak perawat itu bekerja, sang nenek telah lima kali masuk rumah sakit dengan masa rawat inap lebih dari seminggu. Keluarga mempertanyakan metode perawatan yang diterapkan.

Tugas Ringan, Namun Keluhan Terus Muncul

Pekerjaan perawat sehari-hari hanya mengganti popok, membersihkan tubuh, dan memberi susu. Anggota keluarga juga membantu, namun perawat terus mengeluh lelah.

Sikap ini semakin dipertanyakan setelah rekaman CCTV memperlihatkan aksi kekerasan saat keluarga tidak berada di rumah.

Saat ini, perawat sudah diamankan oleh pihak agen. Keluarga berharap keadilan ditegakkan. Mereka turut mengunggah bukti video dan foto sebagai dokumentasi insiden tersebut, serta mengimbau masyarakat agar berhati-hati memilih jasa perawat asing untuk merawat lansia. (*)

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==