Suarabmi.co.id – Seorang majikan di Hong Kong mengaku mengalami kerugian sekitar HK$20.000 setelah pekerja rumah tangga asal Filipina yang baru direkrut memutuskan berhenti hanya dua hari setelah mulai bekerja. Alasannya, rumah keluarganya terdampak gempa bumi dan ia harus segera pulang ke negaranya.
Majikan tersebut membagikan pengalamannya di media sosial pada Kamis (11 Juni), menyebut pekerja itu tiba di Hong Kong pada 8 Juni malam dan sudah mengakhiri kontrak pada 10 Juni.
“Dia hanya bekerja dua hari, seperti datang untuk liburan singkat,” tulisnya, sambil menyebut bahkan belum sempat mengingat nama pekerja tersebut.
Percakapan yang dibagikan menunjukkan pekerja asal Kota Davao menjelaskan bahwa gempa membuat rumahnya semakin retak dan tidak lagi aman untuk ditinggali.
“Davao sering gempa, rumah saya makin retak dan tidak aman. Saya harus pulang untuk memperbaikinya,” tulisnya, sambil menambahkan bahwa ia tidak bisa fokus bekerja karena kondisi darurat keluarga.
Ia juga mengatakan tidak mampu membayar ganti satu bulan gaji sebagai pengganti pemberitahuan. Akhirnya, majikan mengizinkan kepulangannya lebih cepat dan bahkan membiayai tiket pulang ke Filipina.
Kasus ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sebagian warganet memahami alasan pekerja tersebut, sementara lainnya mempertanyakan apakah alasan gempa benar menjadi penyebab utama pengunduran diri.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi sorotan publik di dunia maya.(*)







