Menurutnya, korban tinggal sudah empat tahun di rumah tersebut dikenal sebagai orang yang tertutup. Korban tak pernah berinteraksi selama tinggal di tempat tersebut.
Kondisi itu membuatnya semakin terisolasi dengan warga sekitar. “Kami mau kasih makan dimarahi. Mau membersihkan jalan sekitar lokasi rumah juga Dimarahi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi korban seperti itu terjadi selepas pulang dari bekerja TKW di luar negeri. Paska itu korban sudah dapat disebut alami gangguan psikis.
“Dulu ke pernah keluar negeri pulang-pulang sudah stres. Pernah tidak mau keluar satu tahun.Sarafnya agak terganggu, memang repot,” tuturnya.
Diakuinya, keadaan korban juga berdampak kepada anak-anaknya. Anaknya yang kedua yang biasa menjenguk korban merasa tidak kerasan bersama korban karena selalu menjadi sasaran kemarahan.
“Jadi korban tinggal sendiri di sini, seminggu sekali anaknya nengok,” terangnya.
Sementara itu, warga sekitar mengatakan, anak korban terakhir datang ke rumah tersebut pada Sabtu kemarin atau hampir satu Minggu lalu.







