Scroll untuk baca artikel
InternasionalKabar BMI

Persaingan Taiwan, Jepang, dan Korea dalam Menarik Tenaga Kerja Migran, Jepang Menyala Bosku

×

Persaingan Taiwan, Jepang, dan Korea dalam Menarik Tenaga Kerja Migran, Jepang Menyala Bosku

Sebarkan artikel ini
foto: pts

Menurut agen tenaga kerja Hanoi, Zeng Thi Lan, “Di Korea, ujian hanya diadakan setahun sekali. Di Jepang, pelatihan bisa memakan waktu empat hingga enam bulan sebelum mereka bisa pergi. Sedangkan di Taiwan, hanya butuh satu hingga dua bulan untuk masuk.”

Keunggulan Taiwan terletak pada proses yang lebih cepat, tanpa perlu pelatihan panjang atau lulus ujian bahasa. Meski Taiwan tidak menawarkan insentif sebesar Jepang dan Korea, kebijakan yang lebih longgar dalam menerima pekerja migran tetap menjadi daya tarik.

Kepala Bagian Pengelolaan Tenaga Kerja Lintas Negara, Su Yu-Kuo, dari Kementerian Tenaga Kerja Taiwan, mengakui, “Jika kita tidak segera melakukan penyesuaian, sektor-sektor seperti industri, manufaktur, dan konstruksi di Taiwan bisa mengalami kekurangan tenaga kerja.”

Persaingan untuk menarik tenaga kerja migran kian memanas. Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Taiwan perlu menciptakan kondisi kerja dan lingkungan yang lebih ramah guna mempertahankan tenaga kerja yang cukup.

==