“Dikarenakan status swasta tidak ada cienpaoo (askes) ya pasti biaya sangat mahal bila menjadi orang lumpuh” Ujarnya.
Pihak RS dengan Kepolisian sempat mewacanakan untuk membakar jenazahnya, namun wacana ini ditentang oleh mbok cikrak yang sedari pagi selalu memantau keadaan.
“Tadi pihak RS dan Kepolisian mewacanakan akan membakar jenazahnya, namun saya bilang kepada mereka, Klo bukan penyakit menular Jenazah ya bisa dipulangkan akhirnya td saudara dr suami almarhum tak suruh kekeh jgn mau tanda tangan, terus melawan” Lanjutnya.
Mbok Cikrak juga berkata ia meminta bantuan PWNI dan KDEI dan langsung mendapat respon untuk membantu kasus ini.
Pihak KDEI juga berkata akan berusaha membantu memulangkan jenazah Ayu Purwati, TKW asal RT 26 RW 7 Desa Krajan Parang Magetan Jawa Timur. “Ada janji dari kde untuk berusaha membantu kepulangannya” Ujar Mbok Cikrak.
Saat ini pihak kepolisian juga akan memburu sopir taxi yang meninggal Ayu Purwati dipinggir jalan dalam kondisi pingsan ini.







