Scroll untuk baca artikel
Berita

PMI jadi Korban Kapal Nelayan Tenggelam di Yeosu, 4 Tewas dan 5 Masih Hilang

×

PMI jadi Korban Kapal Nelayan Tenggelam di Yeosu, 4 Tewas dan 5 Masih Hilang

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.idSebuah kapal nelayan dengan 14 awak di dalamnya tenggelam di perairan lepas pantai selatan Korea Selatan pada Minggu 9 Februari dini hari.

Kejadian tersebut menyebabkan empat orang meninggal dan lima lainnya masih hilang. Hingga saat ini upaya penyelamatan masih terus berlangsung.

Penemuan Bangkai Kapal di Dasar Laut

Penjaga Pantai Korea Selatan menemukan kapal berbobot 139 ton itu berada di kedalaman sekitar 80 meter di bawah laut, beberapa jam setelah kapal dilaporkan hilang pada pukul 01.41 waktu setempat.

Lokasi kapal berada sekitar 17 kilometer di sebelah timur Pulau Habaek, dekat Yeosu, sekitar 315 km selatan Seoul.

Satu dari lima orang yang hilang ditemukan berada di dalam kapal, sementara lima orang lainnya masih belum ditemukan.

Empat warga Korea Selatan, termasuk kapten kapal yang berusia 66 tahun, dipastikan meninggal, sementara empat awak kapal lainnya berhasil selamat.

Baca Juga: Innalillahi, 5 PMI Asal Brebes dan Tegal Meninggal dalam Kecelakaan Laut di Korea Selatan

Jumlah Korban dan Upaya Penyelamatan

Kapal tersebut membawa delapan warga Korea Selatan, tiga warga Vietnam, dan tiga pekerja migran Indonesia (PMI).

Delapan awak kapal awalnya berhasil diselamatkan, dengan lima di antaranya ditemukan di atas rakit penyelamat dan tiga lainnya terapung di perairan dingin.

Namun, empat dari mereka, termasuk kapten kapal, kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Dua awak asal Vietnam dan Indonesia yang selamat telah dibawa ke kantor Penjaga Pantai di Yeosu untuk menjalani wawancara terkait kecelakaan ini.

Sementara itu, dua awak Vietnam lainnya dirawat di rumah sakit terdekat karena menunjukkan tanda-tanda hipotermia, dikutip suarabmi.co.id dari Yonhap.

Baca Juga: Korea Selatan Tidak Baik-baik Saja, TKI Ini Bongkar Betapa Sulitnya Cari Kerja di Sana Saat ini!

Penyelidikan Penyebab Tenggelamnya Kapal

Menurut keterangan awak asal Vietnam yang berhasil diselamatkan, kapal tersebut diduga terbalik setelah miring ke sisi kiri. “Selain tiga orang yang masih berada di dalam kapal, seluruh 11 awak lainnya melompat ke laut,” kata Penjaga Pantai dalam konferensi pers.

Kondisi cuaca yang buruk membuat investigasi semakin menantang. Meskipun ombak mencapai 2,5 meter, Penjaga Pantai menilai tidak biasa bagi kapal berbobot lebih dari 100 ton untuk terbalik dalam kondisi tersebut. Oleh karena itu, penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab insiden masih terus dilakukan.

Kapal ini merupakan bagian dari armada yang terdiri dari empat kapal nelayan lainnya, tetapi tidak mengirimkan sinyal darurat sebelum tenggelam. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa kecelakaan terjadi secara tiba-tiba.

Operasi Pencarian dan Penyelamatan

Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Gamcheon di Busan, sekitar 320 km tenggara Seoul, pada Sabtu, 2 Februari 2025 untuk menangkap ikan di perairan dekat Pulau Heuksan, Provinsi Jeolla Selatan.

Sebanyak 24 kapal patroli, empat kapal Angkatan Laut, 13 pesawat, serta kapal milik warga dan berbagai lembaga telah dikerahkan untuk mencari awak yang masih hilang.

Saat operasi pencarian berlangsung pada pagi hari, sebuah kapal cepat milik Penjaga Pantai terbalik akibat gelombang tinggi

 Namun, enam personel yang berada di dalam kapal tersebut berhasil diselamatkan oleh kapal lain milik Penjaga Pantai.***

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==