Suarabmi.co.id – Insiden memilukan terjadi di Kampung Perigi Hang Tuah, Melaka, ketika seorang bayi laki-laki berusia tiga bulan meninggal dunia setelah diduga terjepit di bawah lengan ayahnya yang meninggal akibat serangan jantung.
Bayi tersebut, Muhammad Nur Daniel Nuruleffendy, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh ibunya, Azura Abdul Malik (40), sekitar pukul 09.30 pagi saat ia pulang sebentar dari kantor untuk membawa anaknya itu ke klinik guna menerima imunisasi tiga bulan.
Saat tiba di rumah, Azura menemukan putranya terhimpit di bawah lengan sang suami, Nuruleffendy Ibrahim (35), yang sudah dalam keadaan tidak merespons.
Baca juga: Deportasi Massal WNI, Ratusan Orang Dihantar Kembali dari Malaysia dan Kebanyakan Eks Tahanan
Keduanya segera dilarikan ke rumah sakit, namun sang bayi dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan, sementara ayahnya dipastikan meninggal di tempat kejadian.
Kakak perempuan korban, Masturadiana (33), mengungkapkan bahwa adiknya sempat mengeluh nyeri dada sehari sebelum kejadian, namun menolak untuk berobat.
“Istri almarhum mengetuk pintu rumah saya berulang kali sambil panik. Ia mengatakan bayinya tak sadarkan diri dan membiru karena terjepit di bawah lengan suaminya,” ujar Masturadiana, dikutip suarabmi.co.id dari Bernama.
Baca juga: TKI Asal Jember Meninggal di Malaysia, Jenazah Dipulangkan dan Dimakamkan di Kampung Halaman
Menurutnya, Azura baru kembali bekerja hari itu setelah cuti melahirkan selama tiga bulan, dan pagi hari ia sempat mengantar dua anak sulung mereka yang berusia 15 dan 16 tahun ke sekolah sebelum berangkat ke kantor.
Komandan Operasi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bukit Katil, Mohd Supian Md Dali, menyatakan bahwa pihaknya menerima panggilan darurat dari rumah sakit pada pukul 09.58.
Awalnya, mereka dikerahkan untuk memeriksa kemungkinan kebocoran gas di rumah korban, namun investigasi lebih lanjut menyimpulkan bahwa kematian ayah bayi tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh serangan jantung. Oleh karena itu, permintaan bantuan dari Tim Hazmat akhirnya dibatalkan.
Jenazah keduanya kini berada di Departemen Forensik RS Melaka untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.***
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







