Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Sepeda Listrik yang Dicas Tanpa Pengawasan Picu Kebakaran di Kondominium Singapura, Lima Orang Dievakuasi

×

Sepeda Listrik yang Dicas Tanpa Pengawasan Picu Kebakaran di Kondominium Singapura, Lima Orang Dievakuasi

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Lima orang dievakuasi setelah sebuah sepeda listrik berbantuan tenaga (Power-Assisted Bicycle/PAB) yang sedang diisi daya tanpa pengawasan terbakar di sebuah kondominium di kawasan Geylang, Singapura, pada 21 Juni.

Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) menyatakan pihaknya menerima laporan kebakaran di alamat 9 Lorong 26 Geylang sekitar pukul 17.35 waktu setempat. Lokasi tersebut diketahui merupakan Kondominium Casa Aerata.

Sebagai langkah pencegahan, polisi dan petugas SCDF mengevakuasi lima penghuni dari unit-unit di sekitar lokasi kejadian. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Melalui laporan The Straits Times, SCDF menjelaskan bahwa kebakaran berasal dari baterai sebuah PAB yang sedang diisi daya tanpa pengawasan di ruang tamu sebuah unit yang berada di lantai tujuh.

Api berhasil dipadamkan menggunakan gulungan selang pemadam (hosereel) dan ransel busa udara bertekanan.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa kebakaran berasal dari gangguan kelistrikan pada PAB tersebut.

Dalam unggahan Facebook pada 21 Juni, anggota parlemen Bishan-Toa Payoh GRC, Cai Yinzhou, mengatakan dirinya menuju lokasi setelah melihat kepulan asap dan mendengar sirene kendaraan darurat.

Ia menambahkan bahwa area di bawah unit yang terbakar sempat dikosongkan sebagai langkah antisipasi. Tak lama kemudian, jendela unit tersebut pecah akibat panas yang tinggi.

SCDF kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membeli maupun menggunakan baterai yang bukan produk asli untuk perangkat mobilitas aktif (Active Mobility Devices/AMD), termasuk PAB dan Personal Mobility Device (PMD).

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengisi daya baterai perangkat tersebut dalam waktu terlalu lama atau membiarkannya mengisi daya semalaman. Pada Februari lalu, SCDF melaporkan bahwa dari 304 kasus kebakaran akibat kelistrikan di area permukiman sepanjang 2025, sebanyak 34 kasus melibatkan perangkat AMD.

Meski jumlah kebakaran AMD turun dari 67 kasus pada 2024 menjadi 49 kasus pada 2025, jumlah kebakaran yang melibatkan PMD justru meningkat dari 25 kasus menjadi 31 kasus.(*)

==