Scroll untuk baca artikel
Kabar BMI

Tragedi Pahit Pahlawan Devisa, TKI Ponorogo Meninggal Usai Kabur dari Tekanan Agensi di Taiwan

×

Tragedi Pahit Pahlawan Devisa, TKI Ponorogo Meninggal Usai Kabur dari Tekanan Agensi di Taiwan

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Kabar duka datang dari komunitas pekerja migran Indonesia di Taiwan. Wahyu Agung Prasetyo, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Tunjungan, Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, meninggal dunia pada Senin sore, 16 Juni 2025, sekitar pukul 16.30 waktu setempat.

Wahyu sebelumnya dirawat dalam kondisi kritis di ruang ICU setelah mengalami kecelakaan tunggal beberapa hari sebelumnya.

Kabar meninggalnya Wahyu dikonfirmasi oleh pihak PWNI dan Pensosbud KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) Taipei kepada relawan kemanusiaan Allena yang mengawal kasus ini melalui akun Facebook 羅莉娜. Dalam membantu Wahyu, Allena juga diketahui bekerja sama dengan relawan lain, Mbok Cikrak REAL.

Baca juga: Tinggal Sendiri, Anak TKW di Ponorogo Ditemukan Tewas, Diduga Overdosis Miras

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un… telah berpulang salah satu pahlawan devisa kita,” tulis Allena dalam unggahannya, seraya menyampaikan duka cita mendalam serta doa untuk almarhum dan keluarganya.

Riwayat Perjuangan yang Berat

Wahyu berangkat ke Taiwan demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, dengan membayar biaya penempatan kerja sebesar Rp70 juta. Namun, tak lama setelah tiba, ia divonis menderita TBC.

Pihak agensi disebut mengancam akan memulangkannya ke Indonesia, membuat Wahyu tertekan dan takut, apalagi ia telah menggadaikan sertifikat keluarga untuk membayar biaya keberangkatan.

Baca juga: Belum Setahun PMI Asal Pulung Ponorogo Dipulangkan, Diduga Meninggal karena Serangan Jantung di Taiwan

Dalam kondisi mental yang tertekan dan ketakutan karena beban utang, Wahyu memilih kabur dari tempat kerja. Namun baru satu bulan hidup sebagai pekerja tidak resmi, ia mengalami kecelakaan tunggal di jalanan licin yang tidak dikenalnya.

Beberapa hari sebelum kejadian, menurut kesaksian Allena, Wahyu kerap melamun dan tampak murung, diduga karena mulai menerima tekanan soal tagihan utang.

Kritis di ICU, Belum Bisa Ditangani karena Risiko Tinggi

Setelah kecelakaan, Wahyu mengalami pendarahan hebat dan segera dilarikan ke rumah sakit di wilayah Fongyuan, Taiwan. Karena kondisinya yang sangat kritis, tim medis belum dapat melakukan tindakan medis lanjutan karena risikonya terlalu tinggi.

Baca juga: Kesuksesan Eks PMI Jepang Ini Bikin Ponorogo Geger, Punya Water Park Viral dan Ramai Dikunjungi!

Relawan Allena sempat menjenguknya pada Minggu, 15 Juni, dan menyampaikan bahwa KDEI dijadwalkan mengunjungi rumah sakit pada Senin 16 Juni siang untuk mendapatkan keterangan resmi dari dokter. Namun takdir berkata lain—beberapa jam setelah itu, kabar duka datang dari pihak KDEI.

Duka dan Seruan bagi Pekerja Migran Lainnya

Kematian Wahyu menjadi peringatan keras tentang risiko dan tekanan yang dihadapi pekerja migran, terutama mereka yang berada dalam kondisi tidak berdokumen.

Allena dalam unggahannya juga menyerukan kepada para TKI lain agar tidak memilih jalan “kabur” meski dalam tekanan, karena risiko dan kerentanannya sangat tinggi.

Baca juga: Meninggal di Taiwan, 2 PMI Asal Ponorogo Kembali dalam Peti Mati

“Buat kalian, tolong jangan kabur apa pun alasannya,” tulisnya, seraya mengajak netizen dan komunitas untuk membantu keluarga Wahyu dengan cara yang tepat. Penggalangan takziah direncanakan melalui rekening resmi milik keluarga korban.

Pemulangan Jenazah Menunggu Proses KDEI

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pemulangan jenazah Wahyu ke Indonesia. Namun pihak KDEI Taipei dipastikan sudah turun langsung menangani kasus ini. Dukungan dan simpati terus mengalir dari rekan-rekan TKI serta masyarakat luas melalui media sosial.

Selamat jalan, Wahyu Agung Prasetyo. Perjuanganmu adalah cermin getir dari kenyataan yang dihadapi banyak pahlawan devisa di luar negeri.***

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==