Suarabmi.co.id – Setelah menikmati cuaca cerah dan hangat selama libur Hari Peringatan 228, warga Taipei dan New Taipei dikejutkan dengan fenomena hujan es yang turun pada larut malam, 3 Maret 2025.
Badai petir yang terjadi sepanjang malam menimbulkan suara gemuruh yang mengguncang kawasan perkotaan.
Fenomena ini segera menjadi perbincangan hangat di media sosial, di mana banyak warga membagikan pengalaman mereka melihat butiran es turun dari langit.
Badan Meteorologi Pusat Taiwan (CWA) pun mengungkapkan penyebab sebenarnya dari kejadian ini.
Baca Juga: WNA Rusia Jatuh ke Laut di Nusa Penida
Peringatan Cuaca Ekstrem dan Penyebab Hujan Es
Wilayah utara Taiwan mengalami perubahan cuaca signifikan akibat badai frontal yang melintas pada malam kejadian.
Selain penurunan suhu, daerah ini juga mengalami hujan lebat yang disertai badai petir.
Badan Meteorologi bahkan mengeluarkan peringatan dini badai petir hebat untuk wilayah Taipei dan New Taipei.
Banyak warga melaporkan bahwa selain suara petir yang menggelegar dan kilat yang menyambar, mereka juga melihat butiran es berjatuhan di berbagai titik kota, dikutip suarabmi.co.id dari TVBS.
Fenomena Garis Badai (Squall Line) Memicu Hujan Es
Pemerintah Kota Taipei sebelumnya telah memperingatkan bahwa pada dini hari 4 Maret 2025, atmosfer akan mengalami ketidakstabilan tinggi akibat pengaruh badai frontal.
Kondisi ini menyebabkan terbentuknya sistem garis badai (squall line), yang memicu hujan konvektif kuat, angin kencang di atas level 6 skala Beaufort, serta hujan es.
“Fenomena garis badai ini menjadi faktor utama turunnya hujan es di wilayah Taipei dan New Taipei,” jelas Badan Meteorologi dalam pernyataannya.
Bagaimana Hujan Es Bisa Terbentuk?
Badan Meteorologi menjelaskan bahwa hujan es terbentuk melalui proses yang mirip dengan hujan biasa, tetapi dengan kondisi atmosfer yang lebih ekstrem.
“Ketika arus udara naik membawa uap air ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi, tetesan air yang telah terkondensasi bisa ikut terbawa ke ketinggian ekstrem. Jika suhu di ketinggian tersebut berada di bawah nol derajat Celsius, maka tetesan air akan membeku menjadi kristal es. Akibat beratnya, es tersebut akhirnya jatuh ke permukaan sebagai hujan es,” jelas Badan Meteorologi.
Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Hujan es memang jarang terjadi di Taiwan, tetapi dalam kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil, fenomena ini dapat terulang.
Warga disarankan untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah, terutama saat ada peringatan badai petir.
Selain itu, pemilik kendaraan diimbau untuk mencari tempat parkir yang aman guna menghindari potensi kerusakan akibat hujan es dan angin kencang.(*)
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







