Kabar BMI

Waspada Janji Job Bayar Duluan Oleg Agensi di Taiwan, 120 Pekerja Migran Jadi Korbannya – Uang Ludes Job Tiada

×

Waspada Janji Job Bayar Duluan Oleg Agensi di Taiwan, 120 Pekerja Migran Jadi Korbannya – Uang Ludes Job Tiada

Sebarkan artikel ini

Taipei, 1 September 2023 – Sebuah skandal penipuan pekerjaan yang merugikan ratusan pekerja migran Filipina di Taiwan telah terungkap. Seorang pria berkebangsaan Filipina, yang diketahui bernama Chen, diduga menjadi otak di balik penipuan tersebut. Pria berusia 61 tahun ini telah menipu sekitar 120 pekerja migran asal Filipina yang sedang mencari pekerjaan baru atau ingin pindah majikan.

Modus operandi yang digunakan oleh Chen sangat licik. Ia mengaku sebagai salah satu pejabat di Kantor Perwakilan Filipina di Taiwan (MEKO), yang memberikan kesan resmi pada tindakannya. Dengan bantuan istrinya di Filipina, mereka berhasil menjalankan aksi penipuan ini dengan lancar. Target utama mereka adalah para pekerja migran asal Filipina yang sedang dalam proses mencari majikan baru atau ingin pindah dari majikan saat ini.

Iklan

Proses penipuan ini dimulai dengan Chen meminta biaya kepada setiap pekerja migran sebesar 30.000 hingga 35.000 NT. Biaya ini diduga untuk “pembayaran administratif” terkait proses pencarian pekerjaan atau pemindahan majikan. Kemudian, Chen menggunakan kaki tangannya yang menyamar sebagai pegawai agensi palsu untuk melakukan wawancara dengan para pekerja migran yang tertipu.

Tidak hanya itu, Chen juga meminta setiap pekerja migran untuk membayar tambahan 3.000 NT sebagai biaya pembuatan sertifikat kerja palsu. Jika ada pekerja migran yang tidak mampu membayar jumlah tersebut, Chen dikabarkan melakukan tindakan intimidasi untuk memaksa korban membayarnya.

Kasus penipuan ini terungkap setelah sejumlah calon pekerja migran melaporkan bahwa mereka telah menunggu lama tanpa mendapatkan pekerjaan, meskipun mereka sudah membayar biaya yang diminta oleh Chen. Setelah menerima laporan ini, pihak kepolisian bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Filipina di Taiwan (MEKO) melakukan investigasi mendalam.

Pada akhir April lalu, pihak berwenang berhasil menangkap Chen di Taipei. Dalam bulan yang sama, empat rekannya yang terlibat dalam skandal penipuan ini juga berhasil ditangkap. Sejumlah barang bukti yang terkait dengan tindakan penipuan juga telah diamankan oleh pihak berwenang.

Kepolisian dan MEKO telah mengingatkan para pekerja migran Filipina di Taiwan untuk tetap waspada terhadap tawaran pekerjaan yang terlalu baik untuk menjadi kenyataan. Mereka juga mendorong para korban penipuan untuk segera melaporkan kejadian serupa agar tindakan hukum yang sesuai dapat diambil terhadap para pelaku penipuan ini. Skandal ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai pentingnya melakukan pengecekan dan konfirmasi yang cermat saat menerima tawaran pekerjaan, terutama ketika ada permintaan pembayaran di awal.