Scroll untuk baca artikel
Berita

Kasus-kasus WNI di Jepang Makin Meresahkan, Berikut 6 Masalah dalam 3 Tahun Terakhir

×

Kasus-kasus WNI di Jepang Makin Meresahkan, Berikut 6 Masalah dalam 3 Tahun Terakhir

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Tindak kejahatan yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) di Jepang belakangan ini semakin mengundang perhatian publik.

Dari perampokan hingga pemasangan spanduk perguruan silat, sejumlah insiden tersebut mencoreng citra diaspora Indonesia di negara Matahari Terbit. Berikut beberapa kasus yang menonjol yang melibatkan WNI di Jepang:

  1. Perampokan di Hokota (Januari 2025)
    Tiga WNI ditangkap setelah terlibat dalam perampokan terhadap warga lokal Hokota, Prefektur Ibaraki. Ketiganya diketahui merupakan overstayer (warga asing yang tinggal melebihi batas waktu izin tinggal). Hingga saat ini, motif kejahatan tersebut masih diselidiki.
  2. Pemasangan Spanduk Perguruan Silat di Jembatan (2022)
    Sebuah video yang menunjukkan sekelompok WNI memasang bendera perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di sebuah jembatan Jepang viral di media sosial. Aksi ini memicu kecaman karena dianggap mengganggu ketertiban publik dan merugikan nama baik Indonesia.
  3. Perampokan dan Pembunuhan di Isesaki (November 2024)
    Sebanyak 11 WNI ditangkap atas kasus perampokan yang berujung pada pembunuhan. Satu WNI menjadi korban, meninggal setelah ditusuk dalam perampokan di Isesaki, Prefektur Gunma.
  4. Perampokan di Kakegawa (November 2024)
    Seorang WNI berusia 24 tahun merampok kediaman pasangan lansia di Kakegawa, Prefektur Shizuoka. Tersangka juga menusuk pasangan tersebut hingga terluka parah.
  5. Perampokan di Fukuoka (Juli 2024)
    Seorang WNI ditangkap karena merampok seorang wanita Jepang di Fukuoka. Tersangka diketahui memukul korban dari belakang dan mengambil dompetnya.
  6. Pembunuhan di Fukushima (April 2023)
    Tiga WNI ditangkap setelah jasad seorang WNI ditemukan di dalam koper di kawasan pegunungan di Kota Ono, Prefektur Fukushima. Para pelaku ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dan pembuangan mayat.

Kasus-kasus kejahatan ini tidak hanya mencoreng citra diaspora Indonesia, tetapi juga menunjukkan adanya kekurangan dalam pemahaman budaya antara WNI dan masyarakat Jepang.

Para narasumber menekankan pentingnya edukasi tentang budaya dan peraturan setempat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Pemerintah Indonesia juga telah berkomitmen untuk meningkatkan pendidikan hukum dan kesadaran budaya kepada para pekerja migran Indonesia di Jepang.***

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung diĀ Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==