Scroll untuk baca artikel
Internasional

Jemput Masalah! TKI Ini Bentangkan Spanduk “Bonek Japan” di Jembatan Wisata Jepang

×

Jemput Masalah! TKI Ini Bentangkan Spanduk “Bonek Japan” di Jembatan Wisata Jepang

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Sebuah video menampilkan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang membentangkan spanduk bertuliskan “Bonek Japan” di salah satu jembatan yang ramai dikunjungi wisatawan.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @unboxing.japan pada 18 Agustus 2025 dan langsung memicu perdebatan publik di media sosial.

Dalam tayangan berdurasi pendek itu, tampak beberapa orang yang disebut sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) membentangkan spanduk berukuran besar hingga menutupi sebagian sisi jembatan.

Aksi ini menuai kritik karena dianggap berpotensi mengganggu ketertiban umum dan berisiko melanggar peraturan hukum di Jepang.

Baca Juga: Diduga Rampok dan Hilangkan Nyawa WNI di Jepang, Pria 22 Tahun Asal RI Diamankan Polisi

Imbauan untuk Segera Melapor ke Pihak Berwenang

Akun pengunggah video turut menyertakan imbauan keras kepada publik agar segera melaporkan kejadian serupa kepada otoritas lokal.

“Siapa pun yang melihat atau menjumpai aktivitas serupa, mohon segera melaporkannya kepada pihak berwenang,” tulis akun tersebut.

Pihaknya juga menyarankan masyarakat untuk tidak ragu menghubungi nomor darurat Jepang, yaitu 110, agar kepolisian dapat segera menangani insiden yang terjadi di ruang publik.

Baca Juga: Tragis! Pekerja Magang Asal Indonesia Tewas Tertimpa Besi di Pabrik Jepang

Belum Ada Pernyataan Resmi dari Otoritas Jepang

Hingga berita ini diturunkan, otoritas Jepang belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden pembentangan spanduk tersebut.

Namun, berbagai kalangan menyayangkan tindakan tersebut karena dianggap dapat merusak citra TKI di luar negeri. Terlebih lagi, lokasi kejadian merupakan destinasi wisata yang menjadi sorotan wisatawan internasional.

Insiden ini mencuat tak lama setelah kontroversi serupa yang melibatkan komunitas PSHT di Jepang, yang juga mendapat sorotan karena aktivitasnya dinilai mengganggu ketertiban umum di ruang publik Jepang.(*)

==