Suarabmi.co.id – Kabupaten Garut tengah menghadapi kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa dari empat sekolah di Kecamatan Kadungora setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Jumat, 19 September 2025, jumlah korban bertambah menjadi 657 orang, dengan 10 siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas setempat menurut laporan Media Indonesia yang dikutip suarabmi.co.id.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, mengungkapkan bahwa meskipun kasus ini sudah melibatkan ratusan siswa, penyebab pasti keracunan belum dapat dipastikan. Hal ini lantaran pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan terhadap sampel makanan yang diduga menjadi pemicu kejadian tersebut.
Proses pengujian tersebut berlangsung di Bandung dan diperkirakan membutuhkan beberapa hari untuk memperoleh hasil final.
Menurut Leli, gejala yang dialami para siswa cukup seragam, yakni sakit perut, pusing, mual, muntah, dan diare. Sebagian besar korban mengalami kondisi ringan sehingga tidak perlu dirawat inap, kecuali 10 siswa yang masih dalam pengawasan medis. Sebelumnya, dari 19 pasien yang dirawat, sembilan di antaranya sudah membaik dan diperbolehkan pulang.
“Untuk saat ini kami belum ingin berspekulasi mengenai penyebab keracunan, karena harus menunggu bukti laboratorium yang valid,” kata Leli. Tim kesehatan dari Dinkes juga terus memantau dan menangani korban dengan memberikan obat-obatan yang diperlukan.
Kejadian bermula pada Selasa, 16 September, ketika sejumlah siswa dari SMA Siti Aisyah, MA Maarif Cilageni, SMP Siti Aisyah, dan SDN 2 Mandalasari melaporkan sakit setelah makan dari program MBG. Gejala yang muncul semakin meluas dan mendorong penanganan medis intensif sejak Rabu.
Pihak Dinas Kesehatan masih berupaya menelusuri secara detail siapa saja yang telah mengonsumsi makanan dari program tersebut dan memastikan agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, upaya koordinasi dengan berbagai pihak dilakukan untuk memastikan kebersihan dan keamanan program MBG ke depan.
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat, mengingat pentingnya menjaga mutu dan keamanan makanan yang disalurkan dalam program kesehatan sekolah.***
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.






