Sebuah kasus yang menimpa seorang pekerja migran Indonesia (TKW) di Hong Kong menjadi perhatian warganet setelah kisahnya viral di media sosial. TKW tersebut mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat bekerja di sebuah toko milik sesama orang Indonesia.
Informasi ini pertama kali ramai setelah dibagikan oleh akun Yuni TKW Hong Kong di Facebook. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa seorang TKW diduga mengalami perlakuan kasar hingga dijambak oleh pihak toko tempat ia bekerja.
Salah satu komentar dari warganet bernama Endang Ling juga menyebutkan bahwa korban sempat terlihat menangis di jalan setelah mengalami kejadian tersebut. Ia bahkan sempat menyarankan agar korban melapor ke polisi, namun korban disebut merasa takut karena keterbatasan bahasa dan kondisi mentalnya saat itu.
Unggahan tersebut pun memicu berbagai reaksi dari komunitas pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Banyak yang mengecam tindakan kekerasan tersebut dan meminta agar pihak terkait memberikan perlindungan kepada korban.
Beberapa waktu setelah kasus ini ramai dibicarakan, akun Yuni TKW Hong Kong LTD kembali memberikan pembaruan bahwa pihak toko akhirnya telah menghubungi dan menyatakan akan memulangkan TKW tersebut.
Kabar baik juga datang dari komentar seorang pengguna Facebook bernama Wiwin Anisa yang mengaku sebagai anak dari TKW tersebut. Dalam komentarnya ia mengucapkan rasa syukur karena ibunya akhirnya bisa dipulangkan.
“Ya Allah Alhamdulillah ibu saya pulang. Terima kasih mis Yuni dan adminnya atas bantuannya,” tulisnya dalam komentar yang dibagikan di media sosial.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri. Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan setiap bentuk kekerasan terhadap pekerja migran dapat ditindak secara serius.
Sementara itu, komunitas pekerja migran Indonesia di Hong Kong juga terus saling memberikan dukungan dan bantuan kepada sesama pekerja yang mengalami masalah di tempat kerja.





