Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Detik-detik Mencekam di Kuil Taiwan: Penyanyi Singapura Kejar dan Gagalkan Serangan Pria Bers4j4m!

×

Detik-detik Mencekam di Kuil Taiwan: Penyanyi Singapura Kejar dan Gagalkan Serangan Pria Bers4j4m!

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Seorang penyanyi asal Singapura yang berbasis di Taiwan membantu menundukkan seorang pria yang membawa pisau selama sebuah acara kuil di Taichung pada 18 April, setelah melihat perilaku mencurigakan di dekat area panggung.

Pria tersebut, yang mengenakan pakaian hitam serta masker dan sarung tangan, kemudian diketahui membawa dua pisau. Ia berhasil ditahan setelah pengejaran singkat yang melibatkan sang performer, anggota masyarakat, dan petugas kepolisian.

Dua orang, termasuk seorang petugas polisi, mengalami luka ringan selama insiden tersebut. Pihak berwenang telah memulai penyelidikan atas kasus ini.

Perilaku mencurigakan menimbulkan alarm
Menurut wawancara dengan Willis Loye, insiden terjadi setelah ia selesai tampil di sebuah acara kuil di Taichung.

Acara tersebut, yang diadakan di sebuah kuil distrik, dihadiri sekitar 100 orang, termasuk keluarga, para performer, dan anak-anak.

Loye mengatakan bahwa ia sedang beristirahat di dekat panggung ketika melihat seorang pria bertingkah mencurigakan di belakang panggung.

Individu tersebut dilaporkan mengenakan pakaian serba hitam, memakai masker dan sarung tangan, serta memegang benda yang tampak seperti objek reflektif. Loye mengatakan bahwa pemandangan itu langsung menimbulkan kekhawatiran, terutama karena adanya peserta yang rentan di sekitar lokasi.

Pengejaran dimulai setelah pertanyaan tidak dijawab
Loye mengatakan seorang perwakilan kuil mendekati pria tersebut untuk menanyakan keberadaannya, tetapi individu itu tidak merespons dan malah melarikan diri dari lokasi.

Merasa ada potensi ancaman, Loye mengambil sebuah tongkat kayu untuk pertahanan diri dan melakukan pengejaran bersama beberapa orang lainnya. Pengejaran tersebut berlanjut melintasi jalan dan sejauh beberapa ratus meter.

Selama pengejaran, Loye dan orang lain sengaja tidak berteriak, berharap tersangka mengira mereka sudah berhenti mengejar. Hal ini memungkinkan mereka mendekat ketika pria tersebut melambat.

Tersangka berhasil ditundukkan dengan bantuan publik
Ketika tersangka berhenti lagi, seorang warga berhasil menahannya dari belakang, sementara Loye membantu melumpuhkan bagian tubuh bawah menggunakan tongkat kayu.

Lebih banyak warga kemudian ikut membantu menahan pria tersebut sementara yang lain menghubungi polisi. Tersangka ditahan selama beberapa menit hingga petugas tiba di lokasi.

Pihak berwenang awalnya menemukan satu pisau dari tersangka. Namun, pisau kedua yang disembunyikan di dalam pakaiannya kemudian ditemukan selama perkelahian.

Luka dilaporkan selama perkelahian
Selama penangkapan, tersangka dilaporkan melakukan perlawanan dan mengeluarkan pisau kedua, yang mengakibatkan luka ringan pada seorang petugas polisi wanita dan seorang warga sipil yang membantu penahanan.

Loye mengatakan ia membantu memberikan pertolongan pertama dengan meminta air dan tisu dari warga sekitar sementara petugas mengamankan tersangka.

Kedua individu yang terluka dilaporkan mengalami luka yang tidak mengancam jiwa.

Didorong oleh kepedulian terhadap keselamatan publik
Loye mengatakan tindakannya didorong oleh kekhawatiran bahwa situasi tersebut dapat berkembang menjadi kekerasan, terutama mengingat lingkungan yang ramai dan adanya anak-anak.

Ia mencatat bahwa insiden penusukan besar di Taiwan sebelumnya telah meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi ancaman di ruang publik.

“Kriminalitas rendah bukan berarti tidak ada kriminalitas,” katanya, seraya mengimbau publik untuk tetap waspada dan memperhatikan lingkungan sekitar, dikutip suarabmi dari The Online Citizen.

Polisi belum mengungkap identitas atau motif tersangka pada tahap ini. Penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan keadaan di balik insiden tersebut.

Kasus ini kemudian menarik perhatian daring, dengan banyak pihak memuji Loye dan mereka yang terlibat atas respons cepat mereka dalam mencegah potensi bahaya.***

==