Suarabmi.co.id – Di Ulsan City, Korea Selatan, sebuah tragedi terjadi akibat sebuah tindakan yang awalnya terlihat sepele. Seorang wanita berusia 30 tahun mencoba membakar kecoa di apartemennya dengan menggunakan pemantik api dan semprotan aerosol. Namun, karena ruangannya penuh dengan plastik dan benda mudah terbakar lainnya, api langsung menyebar dengan cepat, menimbulkan asap beracun dan membakar seluruh gedung.
Kejadian terjadi pada 20 Oktober 2025 sekitar pukul 05.30 pagi. Wanita tersebut awalnya tidak memberi tahu tetangga atau menghubungi petugas pemadam kebakaran, melainkan membuka pintu dan melarikan diri sendiri. Hal ini membuat asap cepat menyebar ke seluruh gedung, menghalangi jalur evakuasi bagi penghuni lain.
Tragedi paling memilukan menimpa seorang ibu berusia 36 tahun yang tinggal di gedung yang sama bersama bayinya yang baru berusia 2 bulan. Dalam kondisi darurat, ia berhasil menyerahkan bayinya ke tetangga di gedung seberang, sehingga bayi itu selamat. Suaminya juga berhasil keluar. Sayangnya, saat sang ibu mencoba menyeberang ke gedung seberang menggunakan unit AC di luar jendela, ia kehilangan keseimbangan dan jatuh dari ketinggian sekitar 14 meter, meninggal dunia. Selain itu, delapan orang lainnya menderita luka akibat menghirup asap tebal.
Pengadilan Korea Selatan menilai wanita 30 tahun telah melakukan kelalaian berat. Ia dinyatakan bertanggung jawab atas penyebaran asap beracun dan kematian yang terjadi, sehingga dijatuhi hukuman 4 tahun penjara. Banding yang diajukan baik oleh terdakwa maupun pihak penuntut dibatalkan, dan vonis tetap dijalankan.
Kasus ini kembali menyoroti isu penting mengenai keamanan hunian dan penyimpanan bahan mudah terbakar di apartemen, serta konsekuensi fatal dari tindakan impulsif yang tampaknya sepele.***






