Suarabmi.co id — Dua warga negara Singapura ditemukan meninggal dunia di sebuah kompleks apartemen yang sama di Batam dalam rentang waktu empat hari, menurut laporan awal pihak berwenang.
Peristiwa pertama terjadi pada 4 Juni 2026, ketika seorang pria lanjut usia asal Singapura ditemukan tidak bernyawa di sebuah unit apartemen di kawasan Pollux Habibie. Menurut laporan Shin Min Daily News, warga sekitar sempat tidak melihat aktivitas dari unit tersebut dalam waktu cukup lama hingga akhirnya melapor kepada pihak manajemen gedung. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Tidak ditemukan tanda kekerasan, dan dugaan awal mengarah pada kondisi kesehatan atau penyakit yang sudah ada sebelumnya.
Empat hari kemudian, pada malam 8 Juni 2026, kejadian serupa kembali terjadi di lokasi yang sama. Seorang perempuan berusia 59 tahun berkewarganegaraan Singapura ditemukan tidak merespons di lantai 38 apartemen tersebut.
Menurut laporan Kepri Post, petugas keamanan gedung menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat dilakukan pengecekan. Pihak kepolisian kemudian datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan tidak adanya tanda kekerasan atau luka luar pada tubuh korban. Dugaan awal kembali mengarah pada kemungkinan kematian akibat sakit atau kondisi medis tertentu, sebagaimana disampaikan dalam laporan awal kepolisian.
Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan post-mortem untuk memastikan penyebab pasti kedua kejadian tersebut. Otoritas setempat juga telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi serta perwakilan Singapura terkait penanganan kasus ini.(*)







