Suarabmi.co.id – Banjir bandang melanda Desa Guangfu di Kabupaten Hualien pada Selasa sore 23 September 2025, menyusul meluapnya danau penghalang alami di Sungai Matai’an. Air keruh yang membawa lumpur dan puing-puing menerjang kawasan tersebut hingga menenggelamkan jalan-jalan setinggi atap rumah di beberapa wilayah.
Akibat bencana ini, sedikitnya dua orang dilaporkan hilang dan 71 warga terjebak di berbagai lokasi yang terdampak. Banyak dari mereka terpaksa memanjat kendaraan dan bangunan untuk menghindari banjir yang tiba-tiba datang.
Dikutip suarabmi.co.id dari laporan CNA, banjir juga menghancurkan Jembatan Sungai Matai’an dan membanjiri Stasiun Kereta Api Guangfu, memutus akses transportasi di daerah tersebut.
Operasi penyelamatan segera diluncurkan dengan dukungan petugas pemadam kebakaran dari Taipei, New Taipei, serta Kabupaten Taitung, dibantu oleh kelompok sipil yang menyediakan perahu untuk evakuasi warga.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat yang masih berada di lokasi rawan untuk segera pindah ke lantai atas bangunan, sementara tim SAR memprioritaskan penyelamatan warga yang terjebak di lantai bawah atau dataran rendah.
Sebelumnya, pada Senin pagi, telah dilakukan evakuasi preventif terhadap warga yang tinggal di daerah rawan banjir, dengan sekitar 191 orang yang kini menempati tiga tempat penampungan.
Banjir bandang ini merupakan dampak lanjutan dari Topan Ragasa yang menghantam Taiwan sejak Senin malam, membawa hujan deras dan angin kencang ke sejumlah wilayah. Meski peringatan darat sudah dicabut Selasa pagi, ancaman banjir dan longsor masih berpotensi terjadi akibat tingginya curah hujan dan kondisi alam yang rentan.***
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







