Kabar BMIRuang Cinta

Demi Ayang di Taiwan, TKI Rela Menghilang Dari Radar Ortunya Karena Tak Dapat Restu

×

Demi Ayang di Taiwan, TKI Rela Menghilang Dari Radar Ortunya Karena Tak Dapat Restu

Sebarkan artikel ini

Hampir lima tahun tak bersua, drama keluarga ini memperlihatkan betapa pentingnya komunikasi dalam hubungan orang tua dan anak. Syaefullah, seorang TKI Taiwan berusia 32 tahun, telah menghilang dari radar keluarganya sejak tahun 2019 setelah berada di Taiwan untuk bekerja.

Kisah ini dimulai pada tahun 2012 ketika Syaefullah memutuskan untuk mencari rezeki di Taiwan. Namun, sejak saat itu, komunikasi antara dirinya dan orang tuanya menjadi semakin jarang.

Iklan

Alasan yang diberikan oleh Syaefullah adalah kesibukan di tempat kerja yang membuatnya sulit untuk mengirim kabar.

Malam sudah larut ketika ia pulang dan kelelahan pun menghampirinya. Meski begitu, ia masih mengirimkan sejumlah uang untuk membantu renovasi rumah orang tuanya pada tahun 2019 sejumlah 30 juta, meskipun jumlahnya tak seberapa besar.

Namun, kehidupan Syaefullah tampaknya tidak hanya diwarnai oleh kesibukan semata. Pada saat yang sama ketika ia mengirimkan uang tersebut, ia juga memperkenalkan kekasihnya yang berasal dari Jawa Timur kepada keluarganya.

Namun, nasihat dari orang tua untuk mencari pasangan yang berasal dari daerah yang sama membuatnya merasa ragu. Ini menjadi titik terakhir dalam komunikasi mereka. Nomor kontak dan akun media sosialnya pun tidak lagi aktif.

Dalam kesedihan dan kerinduan yang mendalam, kedua orang tua Syaefullah memohon agar putra mereka kembali.

Mereka telah merestui hubungan Syaefullah dengan kekasihnya, jadi alasan penolakan bukanlah halangan bagi mereka. Yang mereka inginkan adalah kesempatan untuk berkumpul kembali bersama sang putra. “Pulanglah, Syaefullah! Abah dan Emak sudah merestui hubunganmu” Tutur orang tuanya.

Kisah ini mengingatkan kita tentang pentingnya hubungan keluarga dan betapa berharganya setiap momen yang kita miliki bersama orang-orang terkasih. Semoga Syaefullah segera mendengar panggilan hati orang tuanya dan kembali ke pangkuan keluarga.