Suarabmi.co.id – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) di Taipei, Taiwan, bernama Ayu (35), tengah menghadapi ujian berat setelah didiagnosis mengidap kanker p4yvd4r4 stadium tiga. Meski kondisinya menurun dan harus menjalani pengobatan intensif, ia masih berharap bisa pulih dan melanjutkan pekerjaannya di Taiwan demi memenuhi kebutuhan anaknya di Indonesia.
Ayu yang berasal dari Cilacap telah bekerja sebagai perawat lansia di Taiwan sejak 2023. Ia mengaku mulai menyadari adanya benjolan kecil di p4yud4r4nya sekitar setahun lalu. Karena tidak merasakan sakit, ia tidak segera memeriksakan diri ke dokter.
Namun, benjolan tersebut terus membesar hingga membuatnya merasa tidak nyaman. Pada 28 Mei 2026, Ayu akhirnya memeriksakan kondisinya ke sebuah klinik. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit, dokter menyatakan dirinya mengidap kanker payudara stadium tiga.
Pada hari yang sama, dokter menyarankan Ayu untuk berhenti bekerja sementara waktu. Setelah memberitahukan kondisinya kepada majikan, kontrak kerjanya pun diputus dan ia dikembalikan ke pihak agensi. Dengan uang yang terbatas, Ayu sempat tinggal di hotel selama beberapa hari sebelum akhirnya mendapatkan bantuan tempat tinggal.
Menurut pengakuannya, kemoterapi pertama dijadwalkan berlangsung pada Rabu (24/6), setelah sebelumnya pemasangan selang kemoterapi dilakukan pada Senin. Dokter memperkirakan ia harus menjalani hingga 12 kali sesi kemoterapi.
Di tengah situasi sulit tersebut, Ayu mengaku bersyukur karena masih mendapat dukungan dari agensi dan mantan majikannya. Saat ini ia juga tinggal di shelter milik sebuah organisasi nonpemerintah (LSM) di Taiwan setelah mendapatkan bantuan dari Serikat Buruh Industri Perawatan Taiwan (SBIPT).
Meski harus berjuang melawan penyakit yang dideritanya, Ayu tetap menyimpan harapan untuk sembuh agar dapat kembali bekerja dan melanjutkan kehidupannya di Taiwan.(*)







