Kabar BMI

Ijinnya Cuti Ternyata Ninggal Rabi, Padahal Aku Sudah Positif Hamil

×

Ijinnya Cuti Ternyata Ninggal Rabi, Padahal Aku Sudah Positif Hamil

Sebarkan artikel ini

Sebuah kisah memilukan datang dari seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Taiwan yang terpaksa merasakan pahitnya ditinggal kekasihnya yang pulang cuti ke Indonesia. Mbak CT, seorang janda dengan dua anak, bekerja keras di Taipei, Taiwan, dan telah menjalin hubungan dengan seorang pria yang juga seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Hubungan cinta yang mereka bina telah berjalan cukup lama, bahkan menghasilkan kehamilan bagi Mbak CT. Dalam situasi yang penuh harapan itu, kekasihnya memohon cuti untuk kembali ke Indonesia. Namun, apa yang terungkap kemudian mengejutkan banyak orang.

Iklan

Rupanya, cuti yang diambil oleh kekasih Mbak CT untuk kembali ke tanah air membawa kabar yang menyakitkan. Ia menggunakan waktu cutinya untuk melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis di kampung halamannya. Mbak CT, yang terkejut dan hancur hatinya, juga mendapati bahwa dirinya telah diblokir oleh sang kekasih yang kini telah menikah di Indonesia.

Curahan hati Mbak CT yang memilukan ini terungkap melalui video di akun TikTok pribadinya. Dalam video tersebut, dia dengan penuh kesedihan mengungkapkan kekecewaannya, “Katanya cuti ternyata pulang menikah dengan gadis kampung, apa tidak memikirkan saya di Taiwan, saya sudah dibuat hamil, saya janda dengan dua anak. Aku tahu kamu masih seorang bujangan, tapi janjimu akan tanggung jawab jika aku hamil. Sudah dua minggu kamu pulang ke Indonesia, tidak bisa dihubungi, dan ternyata nomor aku kamu blokir semua, akun kamu kamu privat, tidak sengaja lewat beranda ternyata calon istrimu sudah up waktu kamu ijaban,” ucapnya penuh keputusasaan.

Kisah pilu ini menjadi perhatian netizen, menyoroti persoalan kompleks yang dihadapi oleh banyak TKW yang berjuang di luar negeri, termasuk tantangan dalam menjaga hubungan asmara jarak jauh. Kekecewaan dan pengkhianatan yang dirasakan oleh Mbak CT menjadi cermin bagi banyak individu yang terjebak dalam situasi serupa, menimbulkan simpati dan dukungan luas dari masyarakat.

Semoga curahan hati Mbak CT ini dapat menjadi panggilan bagi pemerintah dan masyarakat untuk memberikan lebih banyak perhatian dan perlindungan bagi para TKW yang berjuang keras di luar negeri.