Suarabmi.co.id – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Tegaljati, Kecamatan Wringin, Bondowoso, akhirnya kembali ke tanah air setelah 2,5 bulan meninggalkan tempat kerjanya di Arab Saudi. Perempuan bernama Fatima (40) itu nekat melarikan diri karena diduga mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari majikannya.
Pemulangan Fatima difasilitasi oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSP dan Naker) Bondowoso serta Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) setempat. Fatima diserahkan kepada pihak kecamatan dan keluarganya pada Selasa pagi, 12 Agustus 2025.
“Tadi pagi, sekitar pukul 07.30 WIB, Fatima diserahkan ke Pak Camat dan diterima keluarganya,” kata Nunung Setianingsih, Kepala Dinas PMPTSP dan Naker Bondowoso, dikutip suarabmi.co.id dari Tribun Jatim-Timur.
Nunung menjelaskan bahwa Fatima masih menunjukkan tanda-tanda trauma, terutama saat harus berinteraksi dengan orang lain. Rasa takut itu diduga berasal dari pengalaman buruk yang ia alami selama bekerja di luar negeri, diperparah oleh status keberangkatannya yang tidak resmi.
Fatima diketahui berangkat ke Arab Saudi secara non-prosedural. Setelah kabur dari rumah majikan, ia sempat mendapatkan perlindungan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) hingga akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia.
Ketua SBMI Bondowoso, Merri Dian Kharisma Pribadi, mengungkapkan bahwa proses pemulangan Fatima memakan waktu cukup lama karena ia tidak memiliki dokumen kerja resmi. “Paspor yang dimilikinya adalah paspor kunjungan, bukan paspor kerja,” jelas Merri.
Dari pengakuan Fatima, ini bukan pertama kalinya ia bekerja di luar negeri. Sejak tahun 2006, ia pernah bekerja sebagai PMI di Malaysia, Singapura, Australia, dan Dubai, semuanya melalui jalur legal. Namun pada tahun 2019, ia memutuskan berangkat ke Arab Saudi secara ilegal dan tinggal di sana selama lebih dari enam tahun.
Fatima memutuskan untuk melarikan diri sekitar empat bulan lalu, setelah keinginannya untuk pulang ditolak majikannya meski masa kontraknya telah berakhir.
“Menurut pengakuannya, kekerasan itu terjadi setelah ia meminta pulang. Kalau kaburnya sekitar empat bulanan,” terang Merri.
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







