Suarabmi.co.id – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, berinisial JS, dilaporkan nekat melompat dari lantai tiga sebuah bangunan di Kamboja setelah diduga tidak mampu lagi bertahan dalam situasi kerja yang dialaminya.
Peristiwa tersebut terjadi setelah korban diduga terjerat jaringan penipuan kerja online, yang membuatnya merasa terjebak dan tidak memiliki jalan keluar.
Berdasarkan informasi, JS sebelumnya berangkat ke luar negeri dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang layak. Namun setibanya di Kamboja, ia diduga justru masuk ke lingkungan kerja yang berkaitan dengan praktik penipuan daring.
Tekanan yang dialami korban disebut semakin berat hingga akhirnya ia memilih tindakan ekstrem dengan melompat dari lantai tiga gedung tersebut sebagai upaya untuk melarikan diri.
Akibat kejadian itu, JS mengalami patah tulang serius dan saat ini mendapatkan penanganan medis serta pendampingan dari pihak terkait, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh.
Ketua Umum Persatuan Buruh Migran Indonesia (PBMI), Bobby Anwar Ma’arif, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut korban kini dalam pengawasan KBRI.
“KBRI telah memfasilitasi kursi roda dan akses terapi intensif untuk memulihkan kondisi patah tulang yang dialami korban,” ujar Bobby, dikutip dari iNews.
Pihak KBRI juga tengah mengupayakan proses pemulangan JS ke Indonesia serta menyelesaikan kendala administrasi yang dapat menghambat kepulangan.(*)







