Menunggu Sebulan, Jenazah PMI Hongkong Ini Tiba di Ngawi, Meninggal Karena Komplikasi

Setelah delapan tahun merantau di negeri orang, Tukinem warga Desa Katikan Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur meninggal dunia. Pekerja migran Indonesia (PMI) berusia 63 tahun itu meninggal di Hongkong usai menderita penyakit komplikasi pada 13 Desember 2022. Setelah serangkaian proses pemulangan jenazah, akhirnya jasadnya tiba di tanah air dan diserahkan ke pihak keluarga pada Jumat (13/01/2023).

Kapolsek Kedunggalar Polres Ngawi AKP Juwahir membenarkan pihaknya turut serta dalam pengamanan penyerahan jenazah Tukinem ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Jenazah diserahkan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang diwakili Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi pada pihak keluarga.

Jenazah Tukinem diterima Fitri, anak kandung almarhumah dan keluarganya yang tinggal di Dusun/ Desa Katikan, Jumat (13/1/2023) pukul 23.30 WIB. Diketahui, almarhumah Tukinem meninggal karena menderita penyakit klebsiella, pneumoniae, septicemia, fournier’s gangrene, dan diabetes melitus.

AKP Juwahir menyebut pengamanan dilaksanakan untuk meminimalisir potensi kerawanan. Pengamanan berlangsung lancar sampai jenazah diterima pihak keluarga.

“Jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum dusun Katikan pada Sabtu (14/1/2023). Alhamdulillah pengamanan penyerahan jenazah hingga pemakaman almarhumah Tukinem berjalan lancar dan aman,” tutur AKP Juwahir.

Juwahir membenarkan jika pihaknya turut mendapat kabar ada PMI wanita yang meninggal pada 13 Desember 2023. Pihaknya, pun turut membantu saat jenazah sudah bisa dipulangkan ke tanah air sampai di kampung halamannya di Kedunggalar.

“Infonya PMI ini sakit komplikasi ya, kemudian di Hongkong sudah delapan tahun. Empat tahun bekerja, kemudian perpanjangan di sana sampai delapan tahun. Dan akhirnya meninggal dunia karena sakit,” katanya.