Kabar BMI

Nekad Lawan Arah Saat Naik Motor, Mbak Ini Dirazia Pakde, Gugup Pol Polan, Ternyata Kaburan

×

Nekad Lawan Arah Saat Naik Motor, Mbak Ini Dirazia Pakde, Gugup Pol Polan, Ternyata Kaburan

Sebarkan artikel ini
Foto: cpttw.com

Petugas dari Tim Satu Detasemen Polisi Lalu Lintas Kabupaten Taichung, yakni Petugas Hsu Xianrong dan Chen Shangyang, dalam menjalankan tugas mereka secara aktif dalam pelaksanaan “Proyek Penegakan Hukum Ketat untuk Mencegah Kecelakaan Sepeda Motor,” telah mengungkapkan kasus pekerja migran asal Vietnam yang hilang dan tidak terhubung dengan Taiwan. Kasus ini akan ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Distrik Taichung karena pelanggaran hukum imigrasi.

Kedua petugas dari Tim Satu Detasemen Polisi Lalu Lintas Taichung, dalam tugas patroli mereka pada jam 06:00 hingga 10:00 pagi beberapa waktu yang lalu, aktif melaksanakan tugas dalam kerangka “Proyek Penegakan Hukum Ketat untuk Mencegah Kecelakaan Sepeda Motor” yang diberlakukan oleh Kepolisian Kota Taichung.

Iklan

Mereka secara tegas menegakkan berbagai pelanggaran lalu lintas. Saat melakukan patroli di persimpangan Jalan Dazhi Utara dan Jalan Bade di Distrik Timur Kota Taichung, mereka melihat sebuah sepeda motor yang melanggar aturan dengan berkendara melawan arah.

Oleh karena itu, mereka langsung menghentikan sepeda motor tersebut. Pengendara perempuan tersebut tampak sangat gugup saat diperiksa oleh petugas, terlihat tegang dan kebingungan selama interaksi, serta cenderung menghindari pertanyaan yang berkaitan dengan pelanggaran yang dilakukannya.

Ia hanya menekankan bahwa ia tidak membawa dokumen identifikasi, tetapi bersedia memberikan nomor kartu izin tinggal kepada petugas untuk diperiksa.

Namun, ketika petugas sedang fokus memeriksa data kepemilikan sepeda motor di komputer M-POLICE, wanita tersebut tiba-tiba berusaha melarikan diri. Petugas dengan cepat mengejar dan berhasil menahannya sekitar 50 meter kemudian. Setelah memeriksa identitasnya lebih lanjut, tidak ditemukan catatan kriminal atau informasi terkait hilangnya seseorang.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, wanita tersebut mengakui bahwa ia adalah pekerja migran asal Vietnam yang datang secara ilegal ke Taiwan untuk mencari pekerjaan demi mencari nafkah. Ia merasa khawatir akan diusir dari Taiwan jika polisi menangkapnya, sehingga dia berusaha melarikan diri.

Pekerja migran Vietnam ini (perempuan, bernama Chen O Cao, berusia 52 tahun) menjelaskan kepada petugas bahwa dia pernah bekerja di wilayah tengah Taiwan delapan tahun yang lalu, namun untuk mendapatkan lebih banyak uang, dia terpaksa tinggal lebih lama daripada izinnya.

Akibatnya, dia ditemukan oleh polisi dan kemudian dideportasi kembali ke Vietnam. Karena penghasilannya di kampung halaman sangat rendah selama beberapa tahun terakhir, dia mendengar dari seorang calo ilegal yang dikenalnya bahwa dia bisa datang bekerja di Taiwan.

Dia pertama-tama harus mengajukan visa wisata ke Tiongkok daratan, lalu pergi ke Taiwan secara ilegal melalui perjalanan menyusuri pantai Tiongkok daratan. Biaya untuk melakukan perjalanan ini sekitar NT $ 150.000 hingga NT $ 200.000.

Sebagai pekerja ilegal, dia bekerja di sektor pertanian, termasuk pemotongan hewan, bercocok tanam, dan pemetikan teh, dan menerima gaji bulanan hampir NT $ 60.000. Oleh karena itu, dia mencari berbagai cara untuk mencari pekerjaan di Taiwan, dan karena dia tidak memiliki uang yang cukup, dia meminjam NT $ 150.000 dari saudara-saudaranya di Vietnam untuk membayar biaya perjalanan ilegal ini.

Pekerja migran Vietnam yang bernama Chen ini telah berada di Taiwan selama lebih dari satu tahun dan berhasil mengumpulkan beberapa tabungan. Dia berencana untuk kembali ke Vietnam setelah mengumpulkan sejumlah besar uang, tetapi tidak pernah menduga bahwa karena pelanggaran lalu lintas kecil, dia akan terjebak dalam situasi ilegal yang akhirnya membuatnya menghadapi deportasi.

Kasus ini mencerminkan betapa pentingnya penegakan hukum lalu lintas yang ketat dalam menjaga ketertiban dan keamanan di jalan raya, tetapi juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh pekerja migran ilegal yang mencari nafkah di luar negeri.