Kabar BMI

Ngawur, TKI di Taiwan Nyalakan Kembang Api di Pom Bensin

×

Ngawur, TKI di Taiwan Nyalakan Kembang Api di Pom Bensin

Sebarkan artikel ini

Tahun Baru Imlek selalu dirayakan dengan keceriaan dan petasan, termasuk di wilayah Ren De, Tainan, tempat para pekerja migran asing turut merayakannya. Namun, keceriaan mereka membuat ketegangan saat mereka memutuskan untuk melemparkan kembang api tepat di depan stasiun bahan bakar, yang menyebabkan tetangga sekitar segera melaporkan kejadian ini kepada polisi!

“Pesta Petasan” sebenarnya memiliki batasan waktu, tempat, dan usia. Anak-anak di bawah usia 12 tahun dilarang untuk menggunakan petasan, seperti kembang api peri atau kembang api kupu-kupu, yang dapat digunakan dengan pendampingan orang dewasa. Namun, petasan yang terbang atau mengudara tidak boleh digunakan oleh anak-anak, dan penjual tidak diperbolehkan menjualnya kepada mereka.

Iklan

Ketika mobil polisi tiba di lokasi, puluhan pekerja migran asing berkumpul di depan rumah warga, meskipun sudah lewat jam sepuluh malam, mereka masih terus berisik.

Petugas vs. Pekerja Migran Asing: “Sudah larut malam, hentikan kegiatan ini. Sekarang sudah lebih dari pukul sepuluh, setelah pukul sepuluh tidak boleh berisik seperti ini.”

Mereka membentangkan kantong plastik besar hitam di tanah, duduk bersila sambil melakukan piknik dan memanggang daging panggang. Di sebelah mereka terdapat kembang api yang sudah dinyalakan, namun keberadaan mereka yang begitu dekat dengan stasiun bahan bakar sangat berbahaya.

Petugas vs. Pekerja Migran Asing: “Siapa yang melemparkan kembang api tadi? Ini sangat berbahaya, kamu tahu bahwa di seberang sini adalah stasiun bahan bakar. Bagaimana jika terjadi ledakan? Maafkan saya.”