Kabar BMI

Pembunuhan Berdarah di Asrama Pekerja Migran Tainan! 3 Orang Terlibat Pertarungan Sengit, 1 Tewas Ditempat

×

Pembunuhan Berdarah di Asrama Pekerja Migran Tainan! 3 Orang Terlibat Pertarungan Sengit, 1 Tewas Ditempat

Sebarkan artikel ini

Di Distrik Rende, Kota Tainan, terjadi kasus pembunuhan di sebuah asrama pekerja migran pada malam tanggal 26. Seorang pria berusia 19 tahun bernama Shen diduga terlibat perselisihan dengan dua pekerja migran lainnya yang berasal dari negara yang sama terkait masalah kebersihan. Shen yang merasa marah, kemudian masuk ke kamar dan mengambil pisau buah untuk menyerang pria bernama Li yang berusia 20 tahun, mengakibatkan Li kehilangan banyak darah dan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi membawa Shen ke Kejaksaan Negeri Tainan dengan tuduhan pembunuhan.

Kasus pembunuhan ini terjadi sekitar pukul 8 malam pada tanggal 26. Tiga pekerja migran asal Vietnam terlibat perselisihan di tempat mereka tinggal akibat masalah kebersihan. Shen, yang diduga dipukul oleh dua rekannya, merasa tidak terima dan kemudian mengambil pisau buah dari kamarnya, merayap melalui balkon ke kamar Li, dan menikamnya di beberapa bagian termasuk leher.

Iklan

Para saksi yang melihat kejadian tersebut segera melaporkan kepada polisi. Namun, Li yang terluka parah tergeletak tak berdaya di tangga. Petugas kepolisian dan pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung membawa Li ke rumah sakit untuk perawatan darurat, tetapi nyawanya tidak tertolong karena kehilangan terlalu banyak darah. Polisi segera menangkap Shen dan menyita pisau yang digunakan dalam pembunuhan tersebut.

Berdasarkan informasi awal, Shen dan Li adalah pekerja migran asal Vietnam yang bekerja di perusahaan yang sama dan tinggal di gedung yang sama. Beberapa hari sebelumnya, mereka sudah pernah bertengkar mengenai masalah kebersihan. Namun, pada malam tanggal 26, perselisihan tersebut berujung pada perkelahian fisik, di mana Li memukul Shen. Shen yang tidak terima akhirnya mengambil pisau dan melakukan pembunuhan. Setelah dilakukan pemeriksaan, Shen kemudian dibawa ke Kejaksaan Negeri Tainan untuk penyelidikan lebih lanjut dengan tuduhan pembunuhan.