Scroll untuk baca artikel
Internasional

Situasi Tripoli Libya Memanas! TKI yang Ada di Sana Dicengkeram Ketakutan Berharap Dipulangkan

×

Situasi Tripoli Libya Memanas! TKI yang Ada di Sana Dicengkeram Ketakutan Berharap Dipulangkan

Sebarkan artikel ini


Suarabmi.co.id Situasi keamanan di Tripoli, Libya, memburuk usai tewasnya Abdel Ghani al-Kikli, pemimpin kelompok milisi Stability Support Authority (SSA).

Rentetan tembakan dan ledakan mengguncang ibu kota, memicu kekhawatiran internasional dan seruan untuk menahan diri.

Dilansir suarabmi.co.id  dari Al Jazeera, baku tembak terjadi di sejumlah wilayah Tripoli sejak Senin, 12 Mei 2025 malam waktu setempat. Otoritas Libya menetapkan status darurat, sementara warga sipil diminta tetap berada di rumah.

“Saya mendengar suara tembakan hebat, dan saya melihat cahaya merah di langit,” ujar seorang warga yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga: Jenazah TKI Bali yang Meninggal di Polandia Akhirnya Pulang, Keluarga Sambut dengan Isak Tangis

Warga lainnya menyebut suara tembakan terdengar di berbagai sudut kota, termasuk di kawasan Abu Salim dan Salah Eddin.

Video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap hitam dan konvoi bersenjata yang memasuki pusat kota.

Menurut laporan jurnalis Al Jazeera, Malik Traina, dari Misrata, setidaknya enam orang mengalami luka akibat bentrokan antar kelompok bersenjata.

“Masyarakat marah karena setiap kali kelompok bersenjata ini bentrok, warga sipil yang menjadi korban,” kata Traina.

Baca Juga: Imigrasi Medan Amankan 23 WNA Bangladesh Tanpa Dokumen Resmi di Deli Serdang

“Ketika kelompok-kelompok ini berkelahi dan orang-orang terbunuh, tidak ada yang bertanggung jawab. Warga setempat menginginkan keadilan dan berharap pihak berwenang meminta pertanggungjawaban mereka yang berada di balik kekerasan tersebut,” tambahnya.

Al-Kikli dikenal sebagai salah satu tokoh milisi paling berpengaruh di Tripoli. Ketegangannya dengan kelompok bersenjata lain dalam beberapa waktu terakhir diduga menjadi pemicu krisis terbaru ini.

Sebagai langkah antisipatif, Kementerian Dalam Negeri Pemerintahan Persatuan Nasional (GNU) mengimbau warga untuk tetap di dalam rumah. Sementara itu, Kementerian Pendidikan menghentikan seluruh aktivitas belajar-mengajar di Tripoli pada Selasa, 13 Mei 2025

Di tengah kondisi ini, sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Libya dikabarkan merasa ketakutan. Mereka berharap dapat segera dipulangkan ke Tanah Air demi keselamatan.

Baca Juga: Gerak-geriknya Mencurigakan, Polri Terpaksa Ciduk 5 Orang Calon TKI di Pelabuhan Sekupang Batam

Mereka menyuarakan ketakutannya melalui beberapa postingan yang memenuhi grup Facebook TKI/TKW Libya Tripoli.

Dalam unggahannya, mereka saling mengupayakan berbagai cara agar mendapatkan perhatian termasuk berkomentar di media social Dedy Mulyadi.(*)

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==