“Insya Allah Kedubes RI di Kuala Lumpur dan SUBA akan memfasilitasi kepulangan Lili Herawati ke Aceh Tamiang. Saya akan membawa ibu dan keluarga inti Herawati ke Kuala Namu Sumut untuk menjemput kedatangan Herawati,” kata Asrizal H Asnawi.
Ketua DPD PAN Aceh Tamiang ini berharap semua proses pemulangan Lili Herawati berjalan lancar dan cepat sehingga dia kembali mendapatkan kehidupan normal.
Asrizal H Asnawi mengatakan, selain berbicara dengan Ketua SUBA Bukhari Ibrahim, Rabu sore itu dia juga mengundang Haikal, relawan Aceh di Malaysia, Lili Herawati, Rahimah Zebua (ibunda dari Lili Herawati), dan Rusli Eli, Datuk Penghulu Desa Blang Kandis Kecamatan Bandar Pusaka Aceh Tamiang.
Dalam percakapan grup WA itu, Asrizal mendapatkan informasi bahwa Lili Herawati pergi merantau ke Malaysia pada tahun 2014, saat itu usianya masih 16 tahun atau baru tamat SMP.
Hera berangkat ke Malaysia bersama seorang rekannya dengan memakai jasa agen menggunakan pesawat udara dari Kualanamu, Sumatera Utara.
Saat itu Hera berangkat bersama seorang teman seusia dan sedesa dengannya, yaitu Yanti.
Tapi sesampai di Malaysia, dia terpisah dengan temannya karena mereka ditempatkan di rumah yang berbeda.
Herawati yang dihubungi oleh Asrizal melalui panggilan WA mengatakan, dia ditempatkan sebagai asisten rumah tangga di Negeri Sembilan Malaysia. Oleh agen, Hera dijanjikan bayaran sebesar RM 700/bulan (sekira Rp 2,3 juta).







