Scroll untuk baca artikel
BeritaKabar BMI

Duka Mendalam di Hong Kong, Jenazah TKI Korban Kebakaran Tai Po Dipulangkan ke Tanah Air

×

Duka Mendalam di Hong Kong, Jenazah TKI Korban Kebakaran Tai Po Dipulangkan ke Tanah Air

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Suasana haru menyelimuti prosesi perpisahan terakhir bagi seorang pekerja rumah tangga asal Indonesia yang menjadi korban kebakaran mematikan di Tai Po, Hong Kong. Jenazah almarhumah resmi dipulangkan ke Indonesia, menjadi korban WNI pertama yang dipulangkan sejak peristiwa kebakaran tersebut terjadi bulan lalu.

Upacara perpisahan digelar secara khidmat di Ammar Mosque and Osman Ramju Sadick Islamic Centre. Prosesi ini diselenggarakan oleh organisasi nirlaba Forget Thee Not (FTN). Saudari almarhumah yang juga bekerja di Hong Kong hadir secara langsung, sementara anggota keluarga lainnya mengikuti prosesi melalui sambungan video dari Indonesia.

Keluarga majikan almarhumah turut hadir dalam prosesi tersebut. Mereka juga tengah berduka karena kehilangan ibu dalam kebakaran yang sama. Dalam kesempatan itu, pihak majikan menyampaikan empati dan kepedulian terhadap kebutuhan keluarga korban.

Ketua FTN, Fan Ning, mengatakan bahwa majikan almarhumah menganggapnya sebagai bagian dari keluarga. Ia menggambarkan sosok almarhumah sebagai pribadi yang baik, berani, dan penuh dedikasi.

Fan Ning menambahkan bahwa kepergian seorang pekerja rumah tangga sering kali menjadi duka bersama bagi seluruh anggota rumah tangga tempat ia bekerja, sehingga proses berkabung dirasakan oleh semua pihak.

Setelah salat jenazah, jenazah almarhumah dibawa ke bandara untuk dipulangkan ke Jakarta. Konsulat Indonesia menyatakan bahwa almarhumah merupakan korban asal Indonesia pertama dari kebakaran Tai Po yang berhasil dipulangkan ke Tanah Air.

Fan Ning mengungkapkan bahwa proses pemulangan jenazah bukanlah hal mudah karena melibatkan berbagai prosedur dan dokumen. Ia menyampaikan apresiasi atas bantuan fleksibel dari sejumlah instansi pemerintah dan organisasi, termasuk Palang Merah, yang turut mengawal pemulangan jenazah hingga bertemu kembali dengan keluarga di Indonesia.

Sementara itu, dalam peristiwa yang sama, pekerja rumah tangga asal Filipina bernama Maryan Pascual Esteban, 39 tahun, juga meninggal dunia. Otoritas Filipina mengonfirmasi melalui media sosial bahwa jenazah Esteban telah dipulangkan dan diterima oleh para pejabat terkait yang memastikan bantuan langsung bagi keluarga yang ditinggalkan.***

==