Suarabmi.co.id – Seorang pekerja pabrik di Zhejiang, China, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja tragis saat mengoperasikan mesin produksi di sebuah perusahaan teknologi di Distrik Fenghua, Ningbo.
Korban diketahui berusia 39 tahun dan hanya diidentifikasi dengan nama belakang Feng. Insiden nahas itu terjadi pada 26 Januari sekitar pukul 18.10 waktu setempat di perusahaan Baiqida Intelligent Technology (Ningbo), tempat korban bekerja sebagai operator bengkel produksi peralatan.
Berdasarkan hasil investigasi, Feng saat itu masuk ke area platform benda kerja pada mesin horizontal machining center untuk mengukur lubang produk. Namun mesin diketahui belum dimatikan sepenuhnya ketika proses pengecekan dilakukan.
Tanpa disadari, tubuh korban tersangkut pada spindle mesin yang masih berputar hingga akhirnya terpental akibat mekanisme putaran alat tersebut.
Rekan kerja yang berada di lokasi langsung menghentikan mesin dan meminta pertolongan darurat. Feng kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Rakyat Distrik Fenghua untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya, nyawanya tidak berhasil diselamatkan akibat luka serius yang dialaminya.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap adanya sejumlah pelanggaran keselamatan kerja di perusahaan tersebut. Otoritas setempat menemukan praktik kerja tidak aman, sistem perlindungan mesin yang belum lengkap, serta kurangnya pelatihan dan pengawasan keselamatan terhadap pekerja.
Selain itu, mesin yang digunakan disebut tidak dilengkapi sistem pengaman interlock atau perlindungan keamanan otomatis yang seharusnya dapat mencegah kecelakaan fatal terjadi saat mesin masih aktif.
Pihak perusahaan akhirnya dinyatakan bertanggung jawab atas kecelakaan kerja tersebut. Pemerintah daerah juga merekomendasikan sanksi administratif terhadap perusahaan beserta manajer umum terkait insiden maut itu.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik setelah rekaman CCTV kecelakaan beredar luas di media sosial dan memicu kekhawatiran mengenai standar keselamatan kerja di sektor industri manufaktur China.(*)







