Dia mengaku senang di KPI mendapatkan teman baru sekaligus saling mendukung usaha yang dijalankan para anggota KPI.
Barang dagangan Sutiah dijual dengan harga Rp. 2.500 hingga Rp. 5.000. Dia menjual lewat marketplace di Facebook dan Instagram. Dia juga memajangnya di warung miliknya, dan kalau ada ajang pameran dia ikut serta untuk memperluas jaringan pemasaran.
“Seperti saat ini, produk kerajinan aksesoris saya ikutkan pameran yang diselenggarakan KPI di Desa Suci Panti,” sambungnya.
Nah mungkin kisah mbak Sutiah ini bisa menjadi salah satu inspirasi buat kita semua, redaksi suaraBMI memuatnya sebagai bentuk penghargaan dan juga inspirasi bagi PMI lainnya yang akan sudah finish kontrak dan berjuang bersama keluarga di Indonesia.
Yakinlah, selama nyawa masih melekat pada badan kita dan keluarga kita, akan ada banyak rejeki dimanapun kaki kita berpijak, tetap semangat dan salam sukses untuk semuanya.







