Dalam dokumen pengadilan disebutkan, Li dan Yang mempekerjakan PMI bernama RK secara ilegal pada bulan April tahun 2021 lalu. Merasa tidak puas dengan hasil kerjanya, sejak bulan Desember 2021 hingga Juni 2022, RK pun berkali-kali mendapatkan penyiksaan; dipukul dengan sendok sup, spatula, hingga sepatu hak tinggi. Tidak hanya itu, RK pun mendapat perlakuan di mana rambutnya dijambak, disiram air panas, dan disetrika.
Dalam gugatan pengadilan disebutkan bahwa RK menderita memar dan luka bakar di wajah, kelopak mata, leher belakang, dada, anggota badan. Ia pun mengalami katarak, deformasi daun telinga eksternal bilateral, kehilangan fungsi mengunyah karena kehilangan gigi atas, bibir atas dan bawah tidak bisa ditutup karena kontraktur bekas luka lama, hingga ketulian dan cedera lain. Cedera yang RK alami cukup serius.
Pada tanggal 13 Juni 2022 lalu, RK berhasil melarikan diri saat Li dan Yang sedang tertidur pulas. Kasusnya kemudian menjadi viral dan ditangani Tim Layanan Khusus Kota Taipei dari Brigade Urusan Distrik Utara Departemen Imigrasi Kementerian Luar Negeri.
Kasus ini kemudian ditelusuri oleh jaksa Satuan Tugas Khusus Kota Taipei Cabang Shilin dari Departemen Kepolisian Kota Taipei, yang pergi ke kediaman Li Nan dan Yang Nan untuk melakukan penggeledahan pada tanggal 18 Juli 2022. Jaksa pun percaya bahwa Li dan Yang telah melakukan penganiayaan sejak lama, menyebabkan RK menderita cedera serius.







