Scroll untuk baca artikel
Berita

Satu PMI Sakit dan Meninggal di Taiwan, Aktivis dan Uya Kuya Bantu Biaya Pemulangan Jenazah

×

Satu PMI Sakit dan Meninggal di Taiwan, Aktivis dan Uya Kuya Bantu Biaya Pemulangan Jenazah

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Keluarga Eka Fitri, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Wongsorejo, Kecamatan Banyuwangi, akhirnya dapat membawa pulang jenazahnya setelah ia meninggal dunia di Taiwan.

Eka Fitri diketahui meninggal akibat kanker payudara stadium akhir yang telah lama dideritanya.

Sebelumnya, pemulangan jenazah Eka terkendala oleh beberapa hal, seperti masalah dokumen dan biaya transportasi untuk pengiriman jenazah ke Indonesia.

Baca juga: PMI Ilegal Bawa 19 Kg Sabu dan Punya Catatan Hitam Lolos Hukuman Mati, Kok Bisa?

Untuk membantu proses pemulangan jenazah tersebut, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Renakta bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Kolaborasi ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga almarhumah dan memastikan jenazah bisa segera dipulangkan ke tanah air.

Bagus Abu Bakar, Ketua Umum LBH Renakta, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Pemkab Banyuwangi akan berangkat ke Bandara Internasional Juanda Surabaya untuk menjemput jenazah.

“Kami lakukan penjemputan jenazah PMI asal Wongsorejo itu. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dari LBH Renakta dan Pemkab Banyuwangi,” terangnya, dikutip suarabmi.co.id dari Rubicnews.

Baca juga: Jangan Rendahkan PMI! Serikat Buruh di Taiwan Siap Bergerak Jika Paspor Khusus Disetujui

Rencananya, tim gabungan ini akan berangkat dari Banyuwangi menuju Surabaya pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. “Mudah-mudahan perjalanan kami ke Surabaya – Banyuwangi PP dimudahkan,” ujar Bagus berharap.

Wawan Hariyanto, Sekretaris Jenderal LBH Renakta, juga menyoroti betapa pentingnya kerjasama antara pemerintah dan aktivis dalam menangani kasus-kasus seperti ini.

Menurutnya, berkat koordinasi yang baik dengan berbagai pihak, proses pemulangan jenazah dapat berjalan lancar.

Baca juga: Tragis, PMI Taiwan ini Tewas Tertabrak Mobil di Miaoli! Pengemudi Mabuk Berat

“Perlu diketahui, pemulangan jenazah PMI ini menelan anggaran sebesar Rp 173 juta. Dengan rincian Rp 150 juta didapatkan dari open donasi dan Rp 23 juta sisanya dibantu oleh artis Uya Kuya,” jelas Wawan.

Ia juga menambahkan bahwa masalah seperti ini menunjukkan betapa pentingnya peran serta dari semua pihak, terutama pemerintah dan aktivis, dalam mendukung pemulangan jenazah PMI yang meninggal di luar negeri.

“Kolaborasi sangat diperlukan sebab ini menyangkut kemanusiaan dan PMI tersebut merupakan warga asli Bumi Blambangan,” pungkasnya.

Dengan bantuan dari berbagai pihak, pemulangan jenazah Eka Fitri akhirnya dapat terlaksana, sekaligus memperlihatkan pentingnya solidaritas dalam menangani isu kemanusiaan yang melibatkan pekerja migran Indonesia.***

==