Kabar Indo

Tawuran Lagi, Dua PMI Dikeroyok 3 PMI Lainnya di Taoyuan Taiwan, Terluka Hingga Koma

×

Tawuran Lagi, Dua PMI Dikeroyok 3 PMI Lainnya di Taoyuan Taiwan, Terluka Hingga Koma

Sebarkan artikel ini
Tawuran Lagi, Dua PMI Dikeroyok 3 PMI Lainnya di Taoyuan Taiwan, Terluka Hingga Koma

Penyerangan antar pekerja migran Indonesia di Taiwan kembali terjadi, kali ini terjadi di kawasan Jalan Zhongzheng di Distrik Taoyuan Taiwan  semalam sekitar pukul 04.40 pagi tadi (28/2).

Dua orang PMI yang baru keluar dari rumah makan tiba tiba dikepung oleh 3 PMI yang baru datang, salah seorang mereka mengeluarkan pisau dan menikam bagian dada yang menyebabkan luka parah dan pingsan seketika.

Iklan

Mereka dipukuli dan terluka di beberapa tempat. Salah satunya, pria berusia 43 tahun, ditikam di dada kiri. Dia kehilangan napas dan detak jantung di tempat kejadian. Tapi masih dalam keadaan koma; yang lain terluka ringan dan sadar.

Berdasarkan ciri-ciri tersangka yang dijelaskan oleh saksi di tempat kejadian, polisi melancarkan pengejaran dan penangkapan.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung menuju ke TKP dan memburu pelaku, ketiga pelaku dapat ditangkap dan diamankan oleh kepolisian dalam waktu 15 menit.

Setelah 15 menit, mereka pertama kali menemukan seorang tersangka laki-laki berisinial D, di Jalan Minsheng, dan kemudian mengikuti garis ke rumah tersangka laki-laki berinisial W, yang menikam orang tersebut ditangkap kemarin sore Laki-laki ketiga berinisial M. Ketiganya ditangkap dan diamankan di kejaksaan Taoyuan untuk tindak kasus pembunuhan.

Dilaporkan bahwa setelah ketiga tersangka ditangkap, mereka semua menyangkal melukai PMI lainnya, dan tidak pernah menyebutkan motif pembunuhan; pria dengan luka ringan tidak mengingat tersangka, mengatakan bahwa dia tidak mengenal ketiga orang tersebut.

Setelah ketiganya ditangkap, pria berinisial W tidak dilepaskan karena dicurigai yang melakukan penusukan dan kedua lainnya dibebaskan dengan jaminan NT$20.000.

Saat ini kasus ini masih dalam penanganan pihak berwajib. Identitas korban diduga berasal dari Jawa Timur berisial S.