Akan tetapi untuk P to P para TKI ini hanya perlu mendaftar di perusahaan yang memiliki keresmian untuk pemberangkatan proses P to P.
Singkat cerita, demi menjadi TKI di Korea lewat jalur P to P, pemuda yang tidak diketahui namanya itu rela utang ke bank hingga Rp 300 juta.
Namun sayang, sesampainya di Korea, ekspektasi pemuda tersebut untuk mendapatkan pekerjaan yang baik ternyata tidak kesampaian.
Ia tidak menduga bahwa di Korea, ia bekerja di atas kapal dan jarang menyentuh daratan.
Kondisi tersebut membuat pemuda TKI itu tidak betah, ia kemudian memilih untuk kabur dan bekerja di Daegu.
“Udah pasrah, yang penting 300 juta itu terbang (ke Korea). Masnya ini sampai ke Korea dan di Korea bisa kerja di Daegu ternyata masnya kabur,” cerita Hartono.
“Masnya nggak betah kerja, capek. Berat badannya turun drastis, ini sesuai cerita masnya ya, nggak ada yang aku tambah-tambahkan,” imbuh Hartono. Diceritakan Hartono, saat ia melihat kondisi pemuda itu, ia menyebut sangat memprihatinkan.







