Niat ingin mencari penghidupan yang layak dan lebih baik, pemuda tersebut malah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan.
Hal ini dikarenakan pemuda itu tidak mengerti bahasa Korea dengan baik, pelatihan yang ia dapatkan saat hendak ke Korea lewat jalur P to P ternyata tidak maksimal.
“Masnya nggak betah, sempat dibentak-bentak juga karena keterbatasan bahasa, meski telah dikasih pelatihan dibentak-bentak juga, pertama kali kerja itu. Tangannya sampai melepuh-melepuh,” ungkap Hartono.
Hanya bertahan selama 6 bulan di fishing, pemuda itu kemudian kabur dan ikut rekan seprofesinya kerja serabutan.
Namun nasib sial terus menghampiri pemuda tersebut, saat bekerja menjadi tukang bangunan, ia sempat mengalami insiden yang berbahaya.
Tangan pemuda itu terpotong ketika sedang bekerja membangun kuil.
“Singkat cerita di bawa ke rumah sakit Daegu trus dioperasi. Dua kali apa tiga kali operasi karena dua jarinya yang kena, alhamdulillah dari pihak kuil mau ngasih biaya perawatan,” kata Hartono.







